Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Aku melihat wajahmu membawa senyuman itu. Serbuk cahaya memancar di wajahnya. Rona hangat  tertahan. Ia menatap lurus kedepan serasa tergesa – gesa, tanpa memperhatikan sekelilingnya. Langkah kaki itu berotasi sangat cepat di atas tanah seakan-akan tanah itu adalah awan lembut.

            Sepasang bola mata gadis kecil yang berbaris  senantiasa tajam mengawalnya. Di situ ku berdiri dengan meneteskan air mata basah penuh makna bahagia, sejujurnya hati kecil ini ingin mendekat, ingin melangkah tapi tak tahu arahnya kemana. Entahlah…mungkin sekujur tubuh terbuat dari jutaan bongkahan es  yang membeku?

Terkadang pertemuan kita seperti arah mata angin, pandangan kita hanya di pucuk bulu mata, meskipun tidak ada isyarat untuk menunggu bertegur sapa , tapi entah mengapa senyuman ini masih tetap bertahan untuknya. Bayangan ku seolah menjadi alarm pengingat semangatnya.

Dan untuk itu aku mengagumimu Bu.Guru baju biru, Bahagia ini ketika hari demi hari ku mengukir rasaku lewat kata – kata ini, Melalui  bait – bait manis  yang terkesan sungguh nyata. Tanpa kusadari kekagumanku tak mau pergi, semakin lama layaknya seni yang bercorak warna warni.

Semesta juga mengijinkanmu datang, setiap ku butuh kosakata bantuan untuk menambah wawasan, terkadang terselip gejolak jenaka untuk menghidupkan kebahagiaan. Untuk berbaju dan berkerudung biru tetaplah kamu teguh, menyenangkan, menenangkan dan damai di antara derasnya arus deadline kehidupan.

Maaf atas pengawal langkahmu dengan tanpa sepengetahuanmu kedua bola mataku terpancar mengagumimu, berharap lihat aku sebentar bukan untuk mendapat pujian tapi pancaran semangat perjuangan.

Sinar matahari yang masuk menembus gorden pertanda sudah memasuki waktu pagi. Cuaca hari ini begitu sejuk, angin yang berembus  mengenai wajah begitu lembut, sepoi – sepoi membuat dedaunan menari – nari sangat indahnya.

Sungguh segar acar mentimun

Sebelum makan ku ucap Bismillah

Kita  harus selalu jaga imun

Supaya bisa belajar di sekolah

***

Si Kipli hewan berbulu

Membaca buku untuk mendapat ilmu

Aku rindu sekolahku

Rindu bertemu Bu guruku

***

Aku sudah terlihat rapi dengan seragam SD baru, setelah selesai sarapan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul enam. Pancaran semangat bersinar di wajahku. Karena, hari ini  pertama masuk  ke sekolah selama Pandemi covid 19.

“ Bu….! Kinan sudah siap berangkat “ sambil menghampiri Ibu yang memanasi mobil.

“ Iya, Nan, ayo kita berangkat “ ujar ibu.

“ Eittss… sebentar Bu, botol minumku ketinggalan “ Seruku sambil berlari menghampiri meja makan.

“ Nan, sini sebentar!”

“ Kalau pakai masker yang benar, miring – miring begini? Sini Ibu betulkan “ seru ibu.

“ Sudah, ayo kita berangkat “ ujar ibu.

Aku bergegas masuk kedalam mobil dengan sangat semangat.  Alasan membuatku bersemangat, karena segera ingin bertemu dengan teman – teman baru dan Bu guru. Sepanjang jalan ku tak berhenti memikirkan akan bertemu dengan Bu.Firoh. Yups ..beliau Bu guru TK B yang mengajarku secara daring selama pandemi. Letak sekolahnya bersandingan, tak lama kemudian sampailah di depan Sekolah AL –YA’LU Superior Elementary School.

“ Assalamu’alaikum!” sambil ku mencium tangan Ibu..

“ Wa’alaikumsallam, Semangattttttttt!” ujar ibu.

Ku buka pintu mobil dan melangkahkan kaki penuh riang menuju kelas, Sudah ada Bapak dan Ibu guru yang menyambut di depan untuk mengarahkan melakukan cuci tangan dan mengukur suhu tubuh.

“ Kinanti kelas berapa “ seru bapak setengah baya mengenakan baju batik sangat ramah.

“ Kelas satu, pak! “ ujarku.

“ oke, Kinan jalan lurus saja nanti ada ruang kelas satu, nah itu kelas Kinan” ujar Bapak itu.

“ Baik, pak terimakasih”  jawabku.

“ O iya, kalau boleh tahu nama Bapak siapa? “

“ Nama Bapak, pak Aan!” jawabnya.

“ Makasih Pak Aan” Kinan terus  melangkah menuju kelas.

Sesampainya  di kelas Kinan menuju bangku yang kosong di barisan depan  tepat di sebelah Gisel. Tak lama kemudian terdengar derapan langkah menuju kelas, semua murid duduk di kursi masing – masing dengan tegak dan rapi.

“Assalamualaikum anak –anak “ seru Bu Halijah.

“ Waalaikumsallam Warochmatullah wabarokatu” jawab serentak semua murid.

“ How are you”

“ Iam Happy thank you and you “ seru  murid dalam kelas .

“ Iam Happy too “  jawab Bu Halijah.

“ Seperti biasa sebelum kegiatan belajar dimulai kita membaca Doa bersama –sama, ayo siapa yang akan memimpin Doa?” Tanyanya

“ Kinan Bu!” Seruku dengan mengangkat tanganku tinggi – tinggi.

“ Ayo semua siap grak, duduk rapi” teriak tegasBu.Halijah.

“ My friend are you ready” seruku.

“ yessssss, iam ready” jawab serentak semua murid.

“Hands up, lets pray before learning” seruku.

Setelah selesai berdoa, keseruanpun dimulai, Bu Halijah mulai mempresentasikam materi tentang Pengalaman Diri dan menyuruh murid – muridnya untuk membuat rangkuman di buku tulis.

“ Bu Halijah! saya lupa tidak membawa pensil” teriak Mirza.

“ Kok bisa lupa  itu bagaimana to nak! “ ujar Bu Halijah menghampiri Mirza meminjami pensil.

“ Bu Halijah! buku saya ketinggalan!” seru Dina.

“ Sebelum berangkat di cek kembali ya bawaanya” Bu Halijah memberinya selembar kertas.

“Kinan! tulisanku salah, tapi lupa gak bawa penghapus” bisik rifki

“Ini pakai penghapusku” jawab kinan pelan meminjamkan penghapusnya.

Bu Halijah guru yang  very friendly, selalu seru dengan celetuk akrabnya bersama murid – muridnya. Selalu semangat menjelaskan materi sampai semua muridnya mengerti.

“ Bu, Halijah, Kinan izin ke toilet!” seru Kinan menghampiri Bu guru.

“ Silahkan, cepat kembali ke kelas” jawab Bu Halijah.

“Baik bu…!” serunya.

Ada yang memanggilku dari belakang, setelah kutengok ternyata Gisel.di sepanjang jalan ke toilet ku intip beberapa kelas yang kulewati, sreettt kulirik ruang kelas 2, wah Pak Krisna dengan beberapa muridnya  memeragakan gerakan olahraga di depan kelasnya.Terlihat mereka sangat menikmati keseruan belajar.

Ku melihat sekeliling terkejut dengan antrian panjang di depan toilet, Gisel menekuk beberapa jarinya sampai berbunyi, untuk menghilangkan kebosanan menunggu antrian. Akhirnya ku bercerita padanya setelah pulang sekolah akan bertemu dengan Bu.Firoh. Kuceritakan semua kedekatan pengalaman masa TK  yang seru bersamanya, Gisel pun merasa penasaran dengan Bu.Firoh.

“ Gisel jangan melamu! Buruan masuk toilet”  seruku mengagetkanya.

“ Ah… lega sekali” gumam Gisel sambil menarik tanganku.

Lariiiiiiiii……kita bergegas menuju kelas dengan berdebar – debar membayangkan wajah merahnya Bu Guru karena terlalu lama ke toilet. Terdengar suara bersautan dari dalam kelas, sepertinya ada quiz dari Bu guru.

“Assalamualaikum …!” seruku bersama Gisel saat masuk kelas.

“ Waalaikumsallam” Jawab Bu guru.

Baru saja ku menempati tempat dudukku, tiba – tiba lentingan suara menunjukku.

“ Kinan…! sebutkan contoh pengalaman yang tidak menyenangkan?” Bu Halijah menghampiriku sambil tersenyum.

“Di marahi  Ibu ……..” jawabku dengan cepat.

Serentak teman- teman menertawakanku, di  bangku paling ujung ku menatap Rifki yang juga ikut tertawa sambil memberi jempol kepadaku, aku pun tersenyum padanya.

Yeay!

Akhirnya jam pulang sekolah datang juga. Yup, saat ini adalah hari yang kunantikan selama 2 tahun pandemi.

Tiba – tiba gisel berbisik padaku,  “Nan lihat itu ada Bu.Firoh.

Ku tengok di sudut pintu kelas, terlemparlah senyumnya padaku. Murid – Murid berlarian keluar kelas dengan sangat riang membawa pulang ilmu yang diberi oleh Bapak dan Ibu guru. Tak lama kemudian, Bu guru cantik, terlihat manis memakai kerudung pink motif bunga, senyumanya sangat ramah lingkungan menghampiriku. Akupun merasa bahagia bertemu denganya secara nyata, rinduku terasa terobati seketika.

“ Nan, duduk sini  lo!” perintahnya sambil menunjuk kursi di sebelahnya.

Akupun bergegas duduk di sebelahnya, kulihat  beliau memegang  kotak cookies transparan. Diberikanlah padaku kotak transparan yang berisi semut rang – rang, yachhh… memang pernah ku berdiskusi dengan beliau, penasaranku terhadap semut rang – rang yang membesar di benakku.

“ Nan, apakah pengamatan semut Rang – rang akan berlanjut “ seru Bu.Firoh

“ InsyaAllah, Bu..!karena  aku sangat penasaran sekali, dengan sarang, dan macam semut Rang – rang” jawabku.

“ Kinan, sudah di jemput Ibu di depan” Kata Bu. Halijah.

“ Baik Bu!” jawabku

“ Bu Firoh, Kinan pulang dulu ya, terimakasih untuk pengalaman seru hari ini” ucapku.

“ Okey… sama – sama kinan “ jawab Bu.Firoh.

“ Setelah pengamatan, Di buat cergam ya” usulnya.

“ Siap! Assalamualaikum” seruku sambil ku mencium tanganya.

“ Wa’alaikumsallam “ Jawab beliau.

Akupun bergegas pulang dengan membawa sejuta impian, kebahagiaan, menikmati momen kebersamaan, kenangan akan tersimpan sebagai persahabatan. Dan 1 bulan kemudian selesailah cergam buatanku yang berjudul Rang – rang Si Koki Hebat.

Pahlawan garda terdepan  

__

Dua tahun yang lalu,  dia datang ke negaraku

Tetapi bukan untuk  bertamu

Wabah hitam melanda dunia, tanda bahaya corona

Merenggut banyak nyawa manusia 

Gunung yang tinggi menjulang, 

Menghembuskan angin yang tak tenang 

Kabut hitam menghantui sudut perkotaan

Mengingatkan bahwa bumiku belum siuman 

Mengenang para pahlawan di garda terdepan

Pantang pulang sebelum corona tumbang

Lelah dan iklasmu untuk menyembuhkan 

Harapanku kau selalu tetap dalam lindungan

Pahlawan di masa corona 

Berpisah dengan keluarga 

Demi kesembuhan penderita 

Lelah tak terjaga 

Cepat pulih bangsaku

Menyambut datangnya dirgahayu

Garda terdepan  jaga kesehatan selalu 

Keluargamu masih sabar menunggumu 

—–

MERDEKA

🙏 SALAM SEMANGAT BERKARYA 🙏

Please don’t turn off the light……. 

Please, mom don’t turn off the light

my monster hide in my room at night

I have three monster tonight

Is he  a very friendly pet ?

He’s a happy monster,

With nice  hairy, not curly hair.

 Next monster is spyder monster

He’s a  very scary monster pet ?

With small red ugly eyes

Last my monster pet

Is he a very noisy pet ?

he’s a noisy monster

With a very silly mouth, 

Ohhh …. he’s angry and mean .

What about your monster pet ? 

So.what’s she like ?

Is she a very smell pet ?

She’s a smelly monster.

With long green dirty teeth. 

Kinan Punya pantun teka teki nih

__

Wangi dan berwarna cerah

Ibuku Menanam di halaman rumah

Bunga ini berasal dari Amerika Tengah

Aku Bunga yang sangat indah

__

Lihat bunga di telingaku teman – teman. Siapa yang tahu, bunga apa namanya?

Iya betul sekali. Bunga Kamboja.

Bunga ini ada di halaman rumahku. MasyaAlloh, cantik ya. Kadang – kadang bunganya ada di dahan yang tinggi, terus bagaimana cara mendapatkanya?

Gampang lo. Tinggal di goyangkan aja batangnya hahahaha,, stttttttttttttttt apa yang terjadi !!!!!!!!!

Nah benar sekali, bunganya banyak yang berjatuhan itu caraku, setiap menggambil bunga kamboja karena tubuhku yang kecil tidak bisa memetiknya. Jadi hanya asik menggoyang batangnya saja.

Bunga kamboja memiliki wangi yang khas, mahkota bunganya ada yang berwarna putih hingga merah keunguan. Setiap bunga memiliki kelopak sebanyak 5 helai, namu ada juga sih yang memiliki 4 bahkan 6 helai. Tapi uniknya semua kelopaknya berukuran sama dan tumbuh bergerombol di setiap ujung cabang pohonya.

Aku penasaran sekali dengan Bunga Kamboja ini, akhirnya ku membaca Ensiklopedia Tumbuhan.

Konon di berbagai negara belahan dunia, bunga kamboja memiliki arti berbeda – beda. Seperrti dalam agama Hindu, kamboja sebagai dedikasi dan pengabdian karena memiliki filosifi dimana proses berbunganya terjadi pada sasih kapat ( bulan purnama keempat) yang di percaya sebagai bulan baik, tak heran masyarakat Bali menganggapnya sebagai Sari alam. Sedangkan dalam agama Buddha bunga ini berarti simbol keabadian, kenapa ya ? wahhh tambah penasaran kubaca terus sampai kutemukan jawabanya, ternyata bunga kamboja ini tidak cepat layu, meskipun pohonya telah tumbang lho.

Nah ada fakta menarik lainya nih, bunga ini dapat di temukan di suku bangsa maya kuno yang di gunakan sebagai lambang kehidupan dan kelahiran.Sedangkan di beberapa kebudayaan negara di dunia, seperti Hawaii, bunga ini melambangkan sesuatu yang positif. Di india di gunakan dalam pernikahan di kenakan pada rambut pengantin wanita. wah pasti cantik sekali pengantinya kalau memakainya. Dalam budaya Cina memiliki arti dengan cinta namun berbeda di negara Vietnam, bunga ini di gunakan untuk obat radang kulit sebagai penyembuhan.

Wahhh ternyata bunga kamboja sangat unik sekali, selain bunganya cantik dan aromanya sangat harum sekali.

Ayah, dalam ketidakhadiranmu, kusampaikan bait – bait kenanganku bersamamu. Ya, fase yang terlalu singkat. Bagiku, yang selalu merasa nyaman dengan pendampingan dan bimbingan Ayah. Kuingin waktu membiarkanku merajut masa bersamamu lebih lama lagi. Bercerita, bersepeda, dan apapun bentuk kegiatanya, indoor atau outdoor, serius atau santai, selalu asyik bersamamu. Itu semua telah berakhir, Yah.

Itu paragraf pertama karya jari lentik Bu Guruku, yang selalu menginspirasiku. Suatu hari, ku mendapat kabar di w.a grub NUBAR ANAK , tepatnya di tanggal 15 februari ku baca pesan.

“ Halooooooo”

“ Apa kabar peserta Nubar? “

“ Sabar menunggu update – an, kan? “

“ Sembari menunggu, omera mau mengajak kalian buat seseruan nih “

“Seru – seru asik berhadiah, iseng – iseng isi waktu luang… ikutan yuk. “

“ Mau ikut Monologue Challenge, lomba berlangsung 15 – 27 Februari 2021”

“ Good luck…. Kakak gak sabar dengar Monolog kalian”

Kubaca pesan kabar dari Kak Moon Tim Omera Pustaka.

Kemudian Ibuku membujuk ku untuk mencoba ikut challenge itu, tapi aku tidak mau karena aku merasa tidak bisa. Kemudian ke esokan harinya, ibuku tetap membujukku lagi , aku tetap dengan jawabanku aku takut dan merasa tidak bisa. Suatu saat ada voice note dari Bu guruku, memberi semangat kemudian berkata

“ yakin kinan gak mau mencoba nih “

“ seru lo nan, asik dan punya pengalaman baru “

“ gimana, ikut ya kinan? Berani gak “ pesan Bu Firoh sambil membujukku

“ Okey bu Bu.Firoh, jangan lupa kasih gambar love dan peluk ya “ jawabku

Entah kenapa setiap Bu Guru yang membujuk aku tidak bisa menolaknya, karena aku sudah sangat dekat denganya, sudah seperti kembaranku. Waktu itu aku belum mengerti apa itu monolog, kubertanya pada ibuku, kemudian mencari di google dan youtube bagaimana contoh membaca monolog, kebetulan aku melihat monolog cerpen sepotong senja. Aku sangat kagum dan terkejut, kok bisa suara nya begitu sangat enak di dengar. Ku ulang – ulang terus menerus.

Akhirnya aku berbicara pada ibuku,

“ Bu Bolehkah aku membacakan Monolog karya Bu Firoh “

Ibuku menjawab “ Sebentar ya ibu minta ijin ke Bu guru dulu “

Ibuku mulai beraksi dengan meluncurkan pesannya ke bu guru

“ Silakan, dari hati yang paling dalam ya , support meluncur naaan…. “

“ Berani mencoba ..yesss …yess… yess “ bu guru membalas dengan di selipkan beberapa emoji gambar hati .

Ku berlatih setiap hari, kalimat demi kalimat dan bertanya kepada ibuku. apabila ada kosakata yang belum aku mengerti. Ternyata sulit sekali ku harus membaca dialog cerita sendirian. Kata bu guru itu semacam refleksi untuk diri sendiri begitu jadi setiap orang yang membaca monolog mempunyai ciri khas sendiri – sendiri.

Ku terus berlatih membaca di depan cermin. Dengan bergaya seperti Artis hahahah… seru sih, aku bisa bergaya seperti orang terkenal. Sebenarnya aku sudah terkenal. Tapi hanya terkenal di dalam rumahku, karena aku artis paling imut di rumahku.

Aku pantang menyerah, terus mencoba sampai menemukan nada baca yang pas menurutku, Dan sesampainya di paragraf ke dua entah kenapa aku tiba – tiba menitikkan air mata, kubaca sambil hatiku tidak bisa berhenti bergetar.

“ bu , aku gak bisa menahan tangis, karena ceritanya membuat jantungku bergerak kencang dan tiba – tiba aku menangis “

Aku sudah putus asa karena aku tiba – tiba menangis setiap membaca jadi bacaanku jadi kacau . Apalagi ada batas waktu membaca tidak boleh lebih dari 20 menit. Kemudian ibuku juga memutar otak, untuk berfikir akhirnya aku di beri catatan waktu tiap paragraf. Ada yang tidak boleh lebih satu menit atau dua menit setiap paragrafnya. Untuk memudahkanku berlatih supaya bisa memenuhi syarat membaca di dalam challenge.

Ku mulai berlatih dengan merekam audio, supaya aku bisa mengerti berapa menit aku membaca setiap paragraf. Ku terus berlatih sampai aku bisa, aku tidak boleh menyerah setiap mencoba tantangan. Aku harus semangat. Tapi di tengah – tengah cerita ada yang membuat ku lama membaca karena banyak sekali kosakata sulit. Ku kesulitan mengucapkanya di bagian kata titik klimaks, puncak jayawijaya, posesif,empati, korespondensi, Di usiaku yang masih TK B aku sudah di pertemukan kata – kata misteri seperti itu. Aku terus bertanya arti setiap ada kosakata baru, supaya aku mengerti isi cerita dan bisa merasakan ceritanya.

Mungkin ibuku sudah melihat aku sangat jenuh sekali karena berusaha melalui tantangan yang super berat, oh bu firoh kenapa tantangan ini berat sekali.

“ kinan mau jalan – jalan melihat jalan sekitar dulu atau gimana biar sedikit segar lagi “ tanya ibuku

“ kinan kepingin jalan – jala ke alun – alun menghirup udara segar, melihat banyak bunga, dan duduk santai sambil membaca buku “ jawabku.

“ okey 1 jam lagi kita berangkat “ kata ibuku

Ku menikmati setiap perjalanan ku berceloteh sepanjang jalan, Baru kali ini bisa keluar rumah melihatsetiap sudut jalan sekitar selama pandemi. Sesampainya di alun – alun balai kota aku merasa sedikit kecewa ternyata di tutup sama petugasnya, jadi tidak boleh masuk. Tiba – tiba ibuku denga cepat menghampiri penjaga yang kebetulan sedang bersih – bersih. Setelah ku lihat ibuku mengobrol dengan orang itu tiba – tiba rantai gemboknya di buka dan kita pun boleh masuk.

Aku sangat senang bisa menghirup udara yang sangat segar, melihat tingginya langit, bunga teratai dan berbagai macam bunga cantik, warna – warni yang indah. Ahhhhh pikiranku menjadi segar kembali… setelah ku sudah puas membaca, akhirnya kita berpamitan dengan penjaga dan mengucapkan terimakasih padanya. Kemudian ku menuju ke tempat parkir, di tengah perjalanan ada sebuah becak, ibuku menghampirinya. Aku pikir mau naik becak lho kan kita bawa kendaraan sendiri kok naik becak , pikirku.

Ternyata ibuku memberi uang pada tukang becak itu, setelah aku lihat ternyata orang itu sudah sangat tua sekali, tertidur di dalam becak dengan posisi melungker, ibuku memberi uang sambil berkata

“ Pak ini buat bapak, buat membeli nasi sama minum “

Sepertinya bapak itu terlalu kecapean sampai menjawab terimakasih dengan suara yang sangat pelan sekali. Setelah sampai di rumah ku bersih – bersih badan dan istirahat sebentar. Menjelang malam ba’da Isya ku memulai latihan kembali. Kupahami dan ku hayati sampai ke hati sampai aku tiba – tiba hafal 2 paragraf pertama karena terlalu sering membacanya. Tiba – tiba aku merasakan hatiku ada getaran rasa marah, dan sedih ketika membaca kalimat saat itu, aku melihat ayah dari kejauhan. Begitu dekat bercengkerama, membuat teman – temanku terhibur. Lalu aku berlari kembali menuju kelasku Menangis sejadi – jadinya. Ada rasa pelit menyelinap bahwa kau adalah Ayahku. Hanya Ayahku bukan Ayah teman – temanku. Entah mengapa aku merasa ikut sedih waktu membaca kalimat itu.

Kemudian tantangan terbesarku aku tak bisa menahan tangisanku yang begitu deras sampai hidungku buntu. Jantungku bergerak kencang, hatiku bergetar – getar tak karuan. Memahami sebuah kalimat bahwa ayah sudah di surga, Nduk. Aku bahkan tak mampu mendengar kalimat lain yang di sampaikan ibu setelahnya. Sederas air mataku yang mendesak keluar untuk berlarian, kenangan bersamamu menari – nari di pelupuk mataku. Ku merekam suaraku sambil ku menangis histeris sampai tak bisa membacanya hanya suara tangisanku yang semakin menjadi – jadi setelah ibuku menghampiriku dan memelukku.

Kemudian aku bertanya pada ibuku

“ Ayahnya Bu Firoh kemana bu?”

“ ke surga “ jawab ibuku

Ibuku membagi pengalamanku selama aku berlatih pada guruku.

“Oh nan…itulah puncak rasa saat menulis naskah …Tatkala jemari melemah berpacu dengan speed butiran² bening yg menyeruak keluar

Aku terhenti…”kata Bu guruku pun berbagi pengalamanya saat menulis kenanganya itu.

Setelah ku mengirim rekaman audioku ,Tak lama kemudian ada dering hp , aku intip ada pesan dari beliau, ternyata mengirim pesan suara membacakan ceritanya, terdengar dari suaranya bergetar tapi tetap membacakan dengan sangat tegar. Aku jadi ikut merasakan kesedihan kembali waktu mendengarnya.

“ Mendengar dlm hening ba’da sholat lail, detik – detik hingga kau adalah ayahku, hanya ayahku, bukan ayah teman – teman. Pecah sudah pertahanan ini”. Kata bu guruku

“ 15.29 durasi luar biasa bagi anak yg blm jadi alumni TK “ terselip pesan dari beliau

“ Terimakasih Bu Firoh sudah mau membimbing dan memberi kinan semangat yang sangat besar “ Balasku

“ Sama – sama, makasih juga kinan sampai sejauuh ini, ikut hadir menyimak lembaran biografi singkat ini “ tutur bu guruku.

Setelah monolog ku di upload di chanel youtube omera pustaka. Dan ibuku mulai mengirim link video ke seluruh keluarga, saudara , sahabat, guru dan teman bahkan di berbagai media sosial se Indonesia .Untuk meminta dukungan, ternyata banyak sekali komen positif yang aku dapat, dan banyak yang ikut merasakan kesedihan, keceriaan dan ada yang sampai menitikkan air mata setelah mendengar suaraku membacakan monolog. Aku merasa bangga dan merasa memiliki pengalaman berharga bersamanya.

Dari Ayah yang hebat ada Bu guru yang hebat pula, aku ingin menjadi murid yang hebat seperti beliau.

Di akhir cerita Ayah guru yang hebat. Always do the best thing for me !

Putri Ayah.

Lingkaran , segitiga dan persegi

Rancang bangun geometri

Transportasi laut selamat bekreasi

Ku membuatnya dengan senang hati

Angin yang berhembus menyentuh wajah begitu lembut, membuat wajahku seperti sedang di elus – elus penuh kasih sayang. Begitu ku melihat jam di meja belajar menunjukan pukul 06.00. Ibuku memperlihatkan tugas di google classroom kepadaku.

“ bu ini ada senam, ayo kita senam “

kemudian aku menggambil sepatuku dan mahkotaku yang berbentuk ikan . Ku pakai dan ku mulai berlenggak – lenggok dan loncat mengikuti musik senam dengan ceria. Sambi lku teriak eeeeeee aaaaaaaaaaaaa. Kemudian berlanjut menyanyikan lagu Mars Al – Ya’lu dengan versi bilingual.

Lumayan berkeringat, badan menjadi terasa segar dan nyaman. Kulihat ibuku mendownload dan mengeprint semua tugas hari ini di google clasroom.

“ sudah selesai nan , ayo kita mulai sekolahnya“ kata ibuku

Setiap sekolah di mulai Ibuku berubah menjadi presiden di rumahku. Yang membuat jadwal dan mengoreksi semua kegiatan sekolahku. Tak pernah ketinggalan seharipun Berdoa sebelum memulai dan setelah mengerjakan tugas sekolah sesuai urutan.

“ sekarang hafalan surat pendeknya surat Al – Qaari’ah ya nan “ seru ibuku padaku

“ okey kinan sudah hafal kok ada 11 ayat artinya Hari Kiamat “ jawabku

Ku hafalan di depan ibuku, setelah selesai opppppsssss, sudah jam 08.00 ada jadwal google meet dengan Bu Susan. Kemudian aku bergegas join di kelas google meet. Sekarang tema nya tentang transportasi laut nih aku sudah baca di materi google classroom paginya.

“ Anak – anak alat transportasi laut itu ada jenis ayo siapa yang tahu? “ pertanyaan dari Bu Susan

“ Alat transportasi Tradisional dan Modern bu !!!!” jawab serentak anak –anak

“ Wah pintar, hebat… semua dapat bintang semuanya “ bu susan memuji anak – anak sambil tersenyum manis

Nah anak – anak Alat transportasi laut adalah alat transportasi pertama yg di gunakan manusia untuk bepergian dengan jarak yang jauh , terbagi menjadi dua jenis yaitu Alat Transportasi Tradisional dan Alat Transportasi Modern. Perkembangan alat transportasi bermula menggunakan perahu yang di gunakan untuk mencari ikan di sungai, pantai dan laut kemudian berkembang lagi kapal layar yang ukuranya lebih besar dari perahu menggunakan lebih dari dua layar. Dahulu, kapal digunakan oleh masyarakat untuk berlayar mencari tempat tinggal baru, atau melakukan kunjungan dari satu kerajaan ke kerajaan lain.

Apakah teman-teman pernah mendengar nama Kapal Pinisi? Pinisi adalah kapal layar asli dari Indonesia lho…Namun, sekarang sudah ada banyak perahu yang menggunakan mesin dan tidak lagi digerakkan dengan tenaga manusia.

“ Nah sekarang Alat Transportasi moderen siapa yang tahu” tanya Bu susan lagi

“ Alat transportasi yang menggunakan mesin Bu “ jawabku

“ Alat transportasi yang yang tidak menggunakan tenaga manusia Bu “ jawab Amira

“ iya betul sekali, pintar semua “ seru Bu susan sambil melebarkan senyumnya

Yang termasuk Alat Transportasi Modern ada Kapal Feri itu kapal penumpang yang di gunakan untuk membawa penumpang menyeberang dari satu pulau ke pulau lainya dan masih banyak lainya ada Kapal Pesiar, kapal selam, kapal perang.

“ Nah sekarang tugas anak – anak di rumah membuat rancang bangun dari potongan – potongan kertas geometri, seperti segitiga, persegi, lingkaran, trapesium, segi enam dan bangun datar lainya. Anak – anak boleh berkreasi sesuka hati “

“ okeyyy seru kan “ kata Bu Susan

“ Aku mau membuat Kapal selam Bu ? “ teriak Angga

“ Kalau Aku Kapal Perang Bu Susan “ rumi menjawab sambil tertawa

“ Iya Boleh kalau mau membuat semua kapal juga boleh yang kalian suka “ seru Bu Susan.

Setelah google meet selesai aku memikirkan ide dan melihat – lihat ada bahan apa aja di rumah yang bisa aku pakai. Aku lihat ada kertas karton besar, dan macam – macam kertas warna warni serta origami. Kusiapkan cat air dan krayon juga. Sebelum aku menempel potongan kertas berbentuk geometri , aku menggambar terlebih dahulu di karton bentuk kapal yang akan aku buat ehmmmmm…… Aku punya ide? Ku gambar kapal pesiar dan kapal perang dari bentuk geometri trapesium untuk kapalnya , jajaran genjang untuk bagian atas kapal, lingkaran untuk kaca jendela kapal, persegi panjang untuk membuat bendera dan persegi untuk jendela atas kapal.

Kemudian aku membuat kapal nelayan dari bentuk geometri trapesium, segitiga, dan setengah lingkaran untuk kepala nelayan. Kemudian kapal selam ini ku buat dari bentuk geometri oval besar untuk badan kapal lingkaran besar untuk kaca jendela kemudin aku variasi dengan lingkaran kecil, persegi untuk ruang atas kapal persegi panjang untuk bendera Indonesia.

Selain aku membuat kapal aku juga membuat paus dan hiu raksasa yang baik hati dari bentuk geometri oval besar dan segitiga, namanya megalodon yang sedang berenang di Laut Indonesia dengan membawa bendera Indonesia. Kuwarnai dengan suasana biru yang sejuk pesona Laut Indonesia yang terlihat sejuk. Damai dengan senyuman sinar matahari berkacamata di ujung laut dengan memancarkan sinar kuning yang begitu hangat. Kupercikkan cat putih di di bagian langit seolah olah langit tampak kerlap kerlip titik – titik bagaikan indahnya bintang di atas langit yang tampak dari kejauhan.

Ya Itulah pesona Laut Indonesiaku, air asin yang segar nan biru, ombak yang menari berirama, indahmu mempesona hati, suara ombak yang bernyanyi bersama ikan – ikan. Laut tersayang, terimakasih telah membuat kami merasa kecil, rendah hati, terinspirasi dan bersyukur bisa menikmati beberapa ikan yang bersarang di tempatmu.

Kupu – Kupu datanglah di pangkuanku

Kubayangkan warna cantikmu

Temani dalam meditasiku

Tenang, damai bersamamu

Seperti biasa tema ku hari ini Rabu gembira, aku harus menjalani hari rabu ku dengan suasana hatu yang gembira meskipun sedang melaksanakan PTS hari ke tiga. Ku tampak manis mengenakan seragam hijau berompi dan berdasi kupu – kupu. Terbesit di waktu break sebelum azan zuhur.

“Meditasi ta nan ” tanya ibuku

Apa itu Meditasi bu “

” coba lihat di KBBI ” seru ibuku

Ku ambil ipadku dan ku buka aplikasi KBBI ..cekri..cekrik….cekrik Ku ketik meditasi cetik ku klik search . Owwwwww ternyata pemusatan pikiran dan perasaan untuk mencapai sesuatu. Supaya pikiran jadi jernih, merasa lebih tenang dan nyaman. Ah aku coba ah …..di tempat yang hening kumatikan laptop dan ku duduk di meja belajarku sambil ku pakai dasi kupu – kupuku sebagai hiasan rambutku….

Kumulai action, ternyata ibuku memfotoku dan mengirimkan pada Guruku

” Ketemu kupu -kupu ya nan di meditasinya ” sambil senyum – senyum .

Ah boleh juga, aku coba lagi ah …ku tarik nafas panjang dan memejamkan mata. Ku bayangkan bertemu kupu -kupu, yang sangat Indah dan cantik. Berwarna warni supaya hariku menjadi bermacam – macam rasa dalam keceriaan.

Dan ci… luk…baaaaa…

Kubuka mataku, mengakhiri meditasi dengan riang gembira.

Eh … kupu-kupunya mana ya teman-teman?

Semoga hinggap dan menemani harimu. 🤗🤗🤗

Rindu. Kangen. Itu yang sering aku ucapkan pada guruku lewat pesan suara di HP ibuku. Kangen bu guru itu pasti. Selama pandemi, aku belum pernah bertemu dengan ibu guruku di sekolah. Sejak akhir TK A, TK B hingga sekarang aku sudah masuk SD. Rinduku dihadang oleh pandemi. Masa belajar di sekolah secara langsung tidak pernah aku nikmati karena wabah covid nineteen.

Yaachhhh, sekarang beralih menjadi serba teknologi. Aku dipaksa ramah dan mandiri dengan teknologi. Sekolah melaui zoom dan google classroom bertemu hanya sebentar. Melalui google meet belajarku hanya bisa memandang manisnya wajah ibu guru di layar laptopku.

Bu Susan, itu nama wali kelasku saat TK A. Sangat manis, ramah, suka tersenyum dan lincah. Badanya seperti ringan. Gerak ke sana kemari. Aktif mengajar kami. Aku sanagt mengenalnya di waktu awal TK A sebelum pandemi.

Bu Firoh. Yachhhh, itu nama bu guruku yang baru aku kenal selama kelas online di masa pandemi. Halus suaranya, asyik dan sangat ngangeni. Tak pernah lelah membimbingku untuk terus berkarya dan berliterasi sejak kecil. Kenanganku menggunung bersamanya. Banyak berlatih menulis dan membaca cerita. Support, doa, serta semangatnya dalam berbagai lomba selalu mengiringiku untuk mendapatkan hasil yang terbaik buatku.

Tak terlewatkan setiap hari minggu adalah waktuku berbalas pantun denganya, lewat pesan suara dari whattsapp ibuku.

“Kinan Bu Firoh punya pantun ni. Balas ya ….jangan lama – lama balasnya ya …”

Rabu gembira mentari bersinar

Makin menyengat pakailah topi

Kinan ceria semangat belajar

Selalu membara bagaikan api

“Okeyy Bu Firoh, Kinan balas ya!’

Topi saya bundar

Kupakai saat matahari bersinar

Hari ini ada zoom selingkar

Kinan tetap semangat belajar

“Nih ada lagi Nan. Balas ya!” pesan suara dari Guruku

Ada lauk ada nasi

Nikmat di makan saat hangat

Kinan ingin berprestasi

Rajin belajar dan semangat

“Kinan balas empat nih pantunya Bu Firoh.”

/1/

Sholat magrib tiga rakaat

Jangan lupa mukenah di lipat

Bu Firoh selalu bikin semangat

Nasehatmu selalu kinan ingat

/2/

Kuda poni di kepang dua

Bisa terbang dan melayang

Bercanda bahagia bersama

Dengan Bu Firohku sayang

/3/

Jalan – jalan ke kebun binatang

Jangan lupa bawa rantang

Berpantun membuatku riang

Heloooo… Bu Firoh sayang

/4/

Liburan naik delman

Jangan lupa bawa cemilan

Aku punya guru idaman

Namanya Bu firoh dan Bu susan

***

Sesekali aku selipkan pesan suara padanya.“Bu Firoh, Kinan kangen banget.” “Bu Firoh juga kangen sama Kinan. Kita berdoa yuk supaya pandemi cepat berakhir. Semoga bisa masuk sekolah belajar bersama Bu Guru dan teman – teman.”

Ternyata kita sama – sama saling menahan rindu yang sudah lama tak bertemu. Kutulis puisi ini untuk Guruku.

Guruku

Aku rindu ingin bertemu

Pandemi menghalangiku

Untuk berjumpa denganmu

Pilu…..sedih ….hatiku

Hanya bisa menatapmu

Dari layar HP dan Laptopku

Hatiku membiru

Lama tak melihat wajah aslimu

Merasakan pelukanmu di masa TK ku

Guruku….

Dengarkan isi hatiku

Aku hanya bisa mendengar suaramu

Lewat pesan suara di HP Ibuku

Tak cukup mengobati rasa rinduku

Padamu…… Bu Guruku

Bu Susanku….

Bu Firohku…

Semangatmu aku kenang selalu

Perhatianmu kusimpan dalam jantungku

Semoga pandemi segera berlalu

Kuingin berprestasi denganmu

Berkarya bersama jari lentikmu, menjadi kebanggaan sekolahku

Bu Guruku kami rindu belajar dan bertemu

Dari muridmu

GUSTI KINANTI

Allah Maha Kuasa

Sungguh sempurna ciptaan-Nya

Siklus hujan sangat luar biasa

Bumi subur semesta bahagia

Cuaca di pagi hari sangat cerah, dengan matahari yang bersinar begitu terang menjadikan semangatku semakin terasa hangat seperti pancaranya. Hari yang cerah di bulan januari, kumelihat sanwich sudah tertata di meja makan,yahhh itu buatan ibuku yang aromanya sangat tajam membangunkan indera penciumanku. Ibuku membuat olahan daging sendiri untuk isian sanwich dan sayur slada yang segar yang di tanamnya dalam pot depan rumah.

Hari ini benar – benar membuatku sangat semangat dan gembira. Karena sarapan sesuai menu keinginanku, yachhhh aku memesan satu hari sebelumnya pada ibuku.

“ bu … besok kinan ingin sarapan roti sanwich tapi isianya daging sama sayur aja”

“ okey , besok ibu buatkan sanwich. Tapi sekolahnya harus lebih semangat lagi ya?” jawab ibuku.

“okey bu “ ku balas menjawabnya.

Aku punya cerita, sedikit demi sedikit kegiatan sekolahku yang semakin hari semakin seru, merasa tertantang akan tugas – tugas dari Bu guru. Tugas kali ini yaitu mempresentasikan proses terjadinya hujan. Aku berfikir sebentar,ehhmmmm? Aku masih kecil sudah di suruh presentasi kataku dalam hati, memang badanku kecil aku masih anak TK B tapi semangat dan ingin tahuku sangat besar sekali. Ahhh aku pernah membaca dan mempelajari materi si titi dari kelas Selingkar ( Sekolah Literasi Sayang Keluarga ).

Akhirnya ku buka kembali materi itu, seperti biasa aku merangkumnya dengan membuat infografis, aku butuh waktu sedikit lama untuk mengerti materi kalau tidak menggambarnya dulu. Menggambar itu sudah menjadi hatiku karena bisa membuatku menjadi lebih mudah untuk belajar, meskipun gambaranku tidak bagus hahaha.Tapi aku tidak malu dengan gambaranku, jadi teman – teman kalau gambarnya juga tidak bagus sepertiku harus percaya diri ya?.Karena percaya diri itu membuat kita tambah semangat untuk terus belajar menjadi lebih baik.

“ bu…. ini infografisku sudah selesai, ibu koreksi ya? “

Ku berikan pada ibuku dan ibuku mulai mengeceknya

“ nan ada yang kurang, ini materi bu guru dari sekolah belum masuk ke infofragisnya.Coba di tambah lagi materi yang di berikan sama bu guru, okey “

Itu kata ibuku. Aku mulai bingung lagi bagaimana menambah dan menyambung cerita dari 2 materi menjadi satu. Akhirnya aku bertanya lagi pada ibuku.

“ Ini yang mana yang di tambahkan bu ? kalau semua aku kebanyakan untuk menghafalnya “

“ kinan gak harus menulis semua nya, tulis yang penting – penting saja? “

“Tapi ini penting semua bu “

“kinan ambil saja kosakata yang kinan anggap sulit,contohnya kondensasi, nah nanti waktu presentasi kinan boleh menjelaskan memakai bahasa kinan sendiri yang penting kinan sudah mengerti maksud dari kondensasi”.

Kemudian aku sedikit mulai menambahkan sesuai arahan ibuku.Alhamdulillah akhirnya selesai, aku mulai berlatih mencoba mempresentasikan di depan penonton, taukah teman – teman siapa penonton setiaku hahahah. Yuppsss benar sekali penonton itu adalah ibuku, dia selalu menjadi penonton setia bahkan bisa menjadi juri juga lo. Kayak yang di lomba – lomba itu hahahah.

Okey aku sudah siap beraksi ,,, eittssss lupa, bentar aku ambil white board dan kemudian aku gambar dulu untuk alatku presentasi. Nah selesai dan aku mulai beraksi di depan kamera dan ibuku memulai memvideonya.Aku bergaya seperti Ibu guru waktu menjelaskan hihihihihi seru banget. Rolling action

“ Semangat pagi bu guru dan teman – temanku semuanya

Semoga sehat selalu ya dan tetap semangat .Langsung saja ya teman – teman, kinan mau bercerita tentang proses terjadinya hujan teman – teman simak baik – baik ya.Namaku titi teman – teman. Nah Teman teman tau gak titi itu siapa ?hayo kalian bisa jawab gak.Ya benar titi itu adalah titik air, dia berasal dari air laut ketika matahari bersinar terik air laut menjadi hangat teman-teman panas matahari membuatku menjadi ringan, wahhh aku bisa terbang , aku menguap ke atas.Aku menguap ke atas teman – teman. Nah proses menguap ini di sebut evaporasi . titi bisa terbang jauh ke angkasa dia berkumpul dengan teman – teman yang lain, dia mengembung seperti awan proses ini di sebut kondensasi teman – teman. Lalu angin datang meniupku dan teman – temanku…… wussssssssss.Yuhuuuuuu kita terbang ke angkasa.Kita berkumpul di atas bukit. Wah awan kita sudah berubah menjadi gelap. Turun yukkks,di sini sudah ada banyak air yang yang menaik. Akhirnya hujan turun rintik- rintik”

Tik tik tik..

Bunyi hujan diatas genting
Airnya turun tidak terkira

Cobalah tengok dahan dan ranting

Pohon dan kebun basah semua

Nah itu presentasiku, kemudian hasil video di kirim ke bu guru untuk tugas sekolah virtualku. Bu Firoh bilang wahhh….. Good job seperti Bu Dosen cilik nih, ahhh jadi malu aku hehehe. Bagaimana dengan sekolah teman – teman pasti seru juga kan. Tetap semangat ya teman – teman .

BERBALAS PANTUN TEMA PERALATAN DAPUR

Ada sutil  ada uleg – uleg
Alat wajib di dapur ibu
Sarapan lezat ala warteg
Jangan tunda ayo serbu

Ada sutil ada wajan
tempe penyet dan sayur manisa
bu firoh ayo sarapan
biar semangat di rabu gembira

BERBALAS PANTUN TEMA SEMANGAT

Rabu gembira mentari bersinar
Makin menyengat pakailah topi
Kinan ceria semangat belajar
Selalu membara bagaikan api

Topi saya bundar
Kupakai saat matahari bersinar
Hari ini ada zoom selingkar
Kinan tetap semangat belajar

BERBALAS PANTUN SEHAT SELALU

Bulan juni segera berlalu
Hari ini terakhir di bulan itu
Ibu dan kinan sehat selalu
Menyambut juli tanggal satu

Nasi rawon perkedel tahu
Itu menu makan siangku
Kinan selalu berdoa setiap  sholat 5 waktu
Bu firoh ku harus sehat selalu

BERBALAS PANTUN TEMA PISANG

Suara adzan berkumandang
Sholat magrib laksanakan
Pisang jangan sekedar di pandang
Ratu ngecemes segeralah makan

Bahasa indonesianya buah pisang
Bahasa jawanya itu gedang
Bu firoh sayang
Aku sudah kenyang

Tema nya kamis bersyukur
Di bulan juli tanggal satu
Aku lagi bantu ibu di dapur
Menggoreng pisang favoritku

BERBALAS PANTUN TEMA NASIHAT

Kemarin sore hujan hujan lebat
 suara petir mengagetkanku
Agar kinan jadi anak hebat
Rajin – rajinlah membaca buku

Ada lauk ada nasi
Nikmat di makan saat hangat
Kinan ingin berprestasi
Rajin belajar dan semangat

Sungguh indah warna pelangi
Salah satunya merah muda
Kinan ceria harum da wangi
Semangat menulis jangan di tunda

Buah mangga masak di dahan
Dipetik satu untuk di makan
Hiasi hari dengan senyuman
Kinan ceria , aktif, dan nyaman

Sholat magrib 3 rakaat
jangan lupa mukenah di lipat
bu firoh selalu bikin semangat
Nasehatmu selalu kinan ingat


BERBALAS PANTUN TEMA SELAMAT MALAM

Ayo wudhu sebelum sholat
Sholatnya lima kali sehari
Bulan purnama bentuknya bulat
Bersinar terang di malam hari

Ikan gurami dalam kolam
Di masak di atas loyang
Kuucapkan selamat malam
Buat bu firoku sayang

BERBALAS PANTUN TEMA JAGA KESEHATAN

Kinan suka makan mentimun
Nasi goreng dan ayam juga
Jamu ibu tingkatkan imun
Senyum ceria kesehatan terjaga

Mentimun segar rasanya
Lebih segar buah naga
Ayo jaga kesehatan kita
Makan buah minum jamu asli Indonesia

BERBALAS PANTUN TEMA MENU MAKAN SIANG

Setelah belajar makan sale
Minumanya jus wortel dan tomat
Menu siang lalapan lele
Ikan asin dan pecel sungguh nikmat

pecel lele nasi hangat
minumny jus tomat
Alhamdulillah masih di beri Nikmat
Jangan lupa sholat dan semangat

PANTUN BIKIN SENYUM

Kuda poni di kepang dua
Bisa terbang dan melayang
bercanda bahagia bersama
Dengan bu firoh sayang

Odong – odong kepala naga
bisa naik bayar  lima ribu saja
melihat suasana alun – alun kota
Musik dangdut mendebarkan dada

Jalan – jalan ke kebun binatang
Jangan lupa bawa rantang
Berpantun membuat ku riang
Helooo…. bu firoh sayang

Liburan naik delman
jangan lupa bawa cemilan
Aku punya guru idaman
Namanya bu firoh dan bu susan

Siapa bisa nyanyi lagu ini ?

Pada hari minggu kuturut Ayah ke kota

Naik Delman istimewa kududuk di muka

Oh ya teman - teman, hari ini di sekolah online aku belajar tentang alat transportasi. Delman namanya, ayo siapa yang sudah pernah naik delman ... ....!
Minggu pagi jalan - jalan 
Menikmati udara nyaman 
Berinteraksi pengguna sesama jalan 
Itulah serunya naik Delman 

Pasti teman – teman sudah banyak yang pernah naik Delman,

Malam ini sangat dingin seperti biasa ku tak bisa tidur sebelum ku mengantuk, ku buka buku kecil berwarna pink bergambar little pony tau gak itu isinya catatan keren bu guruku yang bisa membuatku semangat menulis cerita, aku lihat dan baca,,,,,, ihhhhh dingin sekali kutarik sarung kecil di dekatku, kupakai biar hangat, kemudian ku nyalakan laptop dan menulis ceritaku sambil berpantun, bernyanyi, sambil lihat ibuk ku tidurnya pules.

cerita tentang delman adalah alat  transportasi tradisional yang beroda dua dan tidak menggunakan mesin, jadi menggunakan kuda untuk menggerakkan / menarik dokar tersebut agar bisa berjalan. Biasanya ada tempat duduk memanjang di depan dan dibelakangnya ada dua tempat duduk.Aku suka duduk di depan karena asik bisa lihat ekornya kuda dia lari lenggak lenggok geyang geyong, senang bisa keliling kota naik delman.

selain naik delman aku juga punya pengalaman naik kuda lhooo….. tapi aku sedikit takut, takut di bawa lari sama kuda ….. deg deg an gitu rasanya naik kuda . Ternyata asik dan seru juga keliling naik kuda.

Biodata

Assalamu’alaikum…

Hallo namaku Gusti Kinanti aku akrab di panggil kinan, aku sekolah di SD Ungggulan AL – YA’LU . Menggambar, menulis, bercerita, membaca  adalah hobiku. Bersepeda dan merawat kucing kegiatan rutinku di pagi hari. Aku suka mencoba tantangan yang baru baik literasi dan matematika, tidak takut untuk mencoba dan gagal karena berani mencoba itu hebat. Semangat belajar dan berkarya selalu berkibar.

NUBAR OMERA PUSTAKA

penulis favorit

Omera Pustaka
juara 2 lomba menulis cerpen
Selingkar