Biodata

Assalamu’alaikum…

Hallo namaku Gusti Kinanti aku akrab di panggil kinan, aku sekolah di SDΒ Ungggulan AL – YA’LU . Menggambar, menulis, bercerita, membaca Β adalah hobiku. Bersepeda dan merawat kucing kegiatan rutinku di pagi hari. Aku suka mencoba tantangan yang baru baik literasi dan matematika, tidak takut untuk mencoba dan gagal karena berani mencoba itu hebat. Semangat belajar dan berkarya selalu berkibar.

Selingkar

Archive for the ‘Karya Puisi’ Category

PAHLAWAN VIRTUALKU

Dua tahun yang lalu
Dia datang ke negaraku
Tapi, bukan untuk bertamu
Wabah hitam, melanda dunia
Tanda bahaya corona

Gunung tinggi menjulang
Hembuskan angin yang tak tenang
Mengingat bahwa bumiku belum siuman

Hai corona....
Kau datang tiba – tiba
Menghantui setiap  sudut kota
Menjadi kabut hitam dunia
Kau ambil banyak  nyawa manusia

Hai corona...
Aku tak bisa bersekolah
Takut keluar rumah
Karena wabah melanda

Ku hanya bisa  mengenang pahlawan virtualku
Sekian lama bersamamu
Telah banyak ilmu, kau beri padaku
Literasi kau tanam  di jantungku 

Guruku... Engkau pahlawanku
Pengorbananmu tak kenal waktu
Lelahmu menghasilkan karyaku
Ikhlasmu menghasilkan imajinasiku



Kemuliaanmu memancarkan banyak ilmu
Cahayamu menjadi sahabatku
Tutur katamu menjadi orang tuaku
Senyumanmu menjadi semangatku

Kuucapkan terimakasih padamu
Jasamu pasti terkenang di hatiku
Di setiap sujudku, mendoakanmu
Semoga Surga Allah Menantimu

Lekas pulih Bangsaku
Kuingin jumpa guru literasiku
Doaku
Corona cepat berlalu

HARAPANKU PEMUDA INDONESIA

Di tahun seribu sembilan ratusan
Kita mengalami penderitaan
Ekonomi, fisik, moral maupun kemanusiaan
Semangat pelajar sampai Bangsawan  di gerakkan

Seribu sembilan ratus delapan
Sutomo dan Kawan – kawan kedokteran
Pembawa obor masa depan
Progaganda di gencarkan

Wahai Pemuda Pendahulu
Kaum muda bangsaku
Yang hidup puluhan tahun berlalu
Membara, bersatu, menyingsingkan lengan baju
Mengabadikan lentera Nusantaramu

Bumi ini Bagai gelora api
Yang berkobar tegak berdiri
Marah ....karena lemah hati
Kemalasan membuat jiwa mati

Ku Ingin
Ku mau
Jemari kecilku ini
Kepalan mungilku ini
Langkah kaki ini
Mengisi perubahan Negeri
Bukan dengan permusuhan
Bukan dengan persaingan
Bukan saling  iri dan benci
Tetapi, dengan....
Cita – cita yang suci

Hatiku bergetar ketika mendengar
Bait Sumpah Pemuda terpancar

28  Oktober berbagai suku menyatu
Menyatukan Tanah Airku
Menyatukan Bahasaku
Menyatukan Bangsaku
Untuk Indonesiaku



Harapanku.....
Hutan lebat melimpah rusa
Melihatnya tersenyum bahagia
Janganlah persatuan ini binasa
Junjung tinggi nama baik Bangsa

28 oktober Hari Sumpah Pemuda
Bulatkan tekad, semangat Bangsa
Luhur dan mulia sejahtera
Jayalah Negriku Indonesia.

RINDU DALAM DIAM


Pahatan gunung memecah langit
Berselimut awan beralaskan tumit
Pikiranku terkadang sedikit rumit
Kenapa kau pergi tanpa pamit 

Oh.....Anindya
Berarti cantik jelita
Cahayamu menembus sahaja
Melihatmu terasa dalam nirwana

Anindya.....
Saat kau hadir di latihanku
Begitu gugup hatiku
Aksaku terus melirikmu
Apakah?  ini rindu ?

Anindya penuh romansa 
Senyummu bagai bianglala
Kisahmu bagai rembulan arungi samudra
Ramah bagai pohon melambai warna 

Sejak suara tak beranjak 
Tapi jantung kencang berdetak
Ku tutup mataku sejenak 
Anindya teruslah menjadi jejak

Ku tatap kelincahan  imago mu
Kicauanmu begitu merdu
Pukulan raketmu membuatku terpaku
Seperti dunia hanya untukku 

Ingatkah engkau 
Saat kau bonceng aku
Jemariku tak ragu mendekapmu
Aduhhhh aku sakit terserang rindu 

Anindya .....
Meskipun sebentar melihatmu
Aku bepesan untukmu
Tetap jadilah guruku 
Harapanku tetap bertemu 
I Miss you 

CIKGU GENERASIKU

Menjelang senja
Kelap kelip warnanya
Melihat wajah lelahnya 
Sungguh mulia keringatnya

Kau tak sadar menahan lelah 
Tak kau abaikan dinginya lantai sekolah
Tidak mengharap kemilau gelar dan anugerah
Tersorot kerelaan menggenggam suatu amanah

Sadarkah engkau  ku pelan bergerak
Melihat matamu terpejam sejenak 
Kacamatapun  tak beranjak 
Kasih dan semangatmu tetap semarak

Wahai Guru pengganti ayah dan Ibuku
Lelahmu membentuk generasi baru
Mewariskan semua Ilmu
Yang terus hidup sepanjang waktu

Ku ambil awan untuk menyelimutimu 
Ku panggil matahari menghangatkan tubuhmu 
Embun lembut sebagai bantal pengganti tangganmu
Rasanya  ku ingin  mengusap keringatmu 

Terimakasih Cikgu
Senyumu
Lelahmu
Ilmumu
I miss you 


LITERASI MERDEKA

( G.Kinanti )

Dulu aku buta dengan angka
Buta dengan aksara
Pena pun bingung menulis  cerita
Karena tak gemar membaca

Secarik kertas telah  ibu berikan
Kenapa tak engkau mainkan
Di dalamnya banyak dekorasi tulisan
Tapi, mengapa kertas itu hanya kau simpan ?

Ku bangkitkan semangatku
Wawasan luas telah  menantiku
Seluruh dunia terukir dalam buku
Membaca menjadi budaya literasiku


Ku baca semua samudra ilmu
Kisah dunia bahkan binatang lucu
Ikhlas setiap halaman tanpa jemu
Aku berdialog untuk menjadi sahabatmu

Sekarang kita sudah merdeka
Membaca apapun yang kita suka
Literasi di berbagai media
Literasi  merdeka membaca

Malang, 23 Agustus 2022

MERDEKA DI ATAS KARYA


Dulu….
Kau sibuk dengan bambu
Melawan mesin mesiu
Langkahmu terus maju
Perlahan melepas belenggu

Ujung bambupun menjadi saksi
Nusantara terus beraksi
Bersimbah darah penuh ambisi
Merdeka..!!! seluruh penjuru dimensi

Merah putihku
Semangatmu seperti geni
Membakar pasukan kompeni
Siang malam menantang maut
Kilatan bambu runcing menyulut
Koloni yang kian semrawut

Menyimak sejarah empat lima
Ruh dan jiwa tak ada harganya
Merdeka…!!
Merdeka…!!
Merdeka !!!
Mereka koma, bahkan tiada
Nama harumnya pupus seketika
Terkalahkan kura – kura ninja bahkan artis idola
Ku kibarkan syair merdeka
Alunan bait puisi Indonesia
Sumpah anak merdeka
Raih prestasi segunung, sepulau bahkan benua

Kini berkibar syair sang saka
Aku bisa membaca
Aku bisa berkarya
Aku anak Indsonesia
Merdeka..!!!
Literasi tiada tara.

AKU BERPUISI





AKU BERPUISI

Dalam diriku ada mentari
Sejuta  asa berbinar – binar  
Setiap pagi datang menghampiri
Bersamanya sekolahpun riang kulalui

Kisahku saling melengkapi
Meski, sulit untuk di mengerti
Namun semua  mudah kulewati
Untuk bernafas bagai melati

Ingin rasanya kupanjat langit
Kutitipkan setiap jejak memoriku
Tentang perjuangan hidup dan impianku
Dengan berbagai rasa manis dan  pahit

Aku....
Berjuang menggapai harapan
Terus bergerak tak menghiraukan keraguan
Agar kelak harum di tujuan
Aku berpuisi...
Penuh syukur pada kehidupan

Senja pun mulai sirna
Saat langit cerah berganti warna
Yang penuh akan cahaya
Ribuan huruf menanti tuk kubaca
Kini malampun telah datang
Ditemani terangnya senyuman bintang
Sehelai rambutku berdiri melesat terbang
Tertiup angin dinginya malam

Aku...
Takkan menyiakan waktu
Selalu sujud dalam lima waktu
Suatu saat habis usiaku
Aku tetap ada dalam puisiku
****

GEMURUH COBAN RONDO

Mataku tertuju di satu titik indahmu 
Air yang jerni,  mengalir,  mengguyur hatiku
Udara sejuk. pemandangan alam yang natural menjadi daya tarikmu
Meskipun aku belum pernah melihatmu 
Aku sangat takjub dan mengagumimu
                     
semangat berkarya :)

TUPAI KU

Kau lincah dan lucu 
Kau sangat imut sepertiku

Matamu hitam 
Melihat sangat tajam 

Kumis dan ekormu sangat  panjang
Gigimu tajam untuk menggigit kacang

OooH.... Tupai ku 
Aku gemas ingin memelukmu