Archive for the ‘Essay’ Category

Namaku gusti kinanti
Murid sang guru literasi
Kebanggaan ibu pertiwi
Pejuang literasi yang abadi

Malam semakin larut dan aku belum berhasil memejamkan mata. Sesekali angin malam menembus kulitku, kuusap sweeter panjang yang aku kenakan.Untuk memberi rasa hangat, di tubuhku yang mungil ini. Ku duduk bersila tepat di depan meja kayu lipat kecilku.Yang sudah sedikit bergoyang satu kaki mejanya. Di temani lampu sorot belajar yang memberiku penerangan.Saat Kubaca lembar per lembar buku yang berjudul, Kereta Malam Menuju Harlok yang di tulis oleh bunda Maya Lestari GF.

“ Belum ngantuk?”, ibuku menghampiriku, duduk di sampingku
Aku menggelengkan kepala sambil memeluk buku yang sedang aku baca.
Sejak kecil usiaku belum beranjak 5 tahun, aku mulai dikenalkan dengan literasi yang sederhana yaitu belajar membaca, ku mulai dengan satu lembar satu hari, kemudian meningkat menjadi dua lembar sehari. Sampai buku yang aku baca selesai. Aku menjadi sangat lancar membaca, tidak berhenti sampai di satu buku. Ku melanjutkan membaca buku tentang Fauna Pedia. Karena ketertarikanku tentang hewan sangat besar.
Di situ aku mengenal banyak kosakata baru, dan nama latin dari berbagai macam jenis hewan di Dunia. Selain membaca, aku di biasakan oleh ibuku untuk belajar menulis, aku ingat sekali tulisan pertamaku yang aku tulis di masa TK A, kalimat sederhana di buku halus. Bu Susan sarapan pagi, Bu Firo memakai kerudung bunga, Bu Husna membeli sepatu baru. Saat itu aku sudah bisa menulis sangat bahagia sekali.
Aku berlatih menyalin bacaan dari berbagai buku, terkadang ibuku yang membacakan, kemudian aku belajar menyimak dan menulisnya supaya bisa lebih lancar lagi membaca dan menulis. Setiap hari aku selalu mendapat jadwal rutin membaca dan menulis dari ibuku.
Setelah beranjak TK B, aku masih tetap dengan jadwal rutinku. Membaca dan menulis, ibuku juga mengajakku di sela – sela jam kosong untuk mendongeng dengan boneka tangan.
“ kinan, mau bermain seru sama ibu gak nih?”
“ mainan seru apa bu “ seruku
“ kemarin kan baru membeli boneka tangan binatang gajah, ayo mendongeng bersama” kata ibuku
“ ayooo…..ayooo” ku jawab lantang dan penuh gembira. Ku cepat berlali menggambil semua boneka tanganku dan mendongeng bersama ibuku.
Senang rasanya aku memiliki ibu seperti itu, yang selalu bisa bermain dan belajar bersamaku, ibuku juga sering membacakan buku dan dongeng sebelum tidur untukku. Bahkan mendampingiku membaca nyaring cerita, di Room to Read. Aku suka sekali baca buku cerita, membaca nyaring dan melihat video cerita di literacycloud.
Nah setelah aku berusia 5 tahun, aku rutin mengikuti kelas online Selingkar ( Sekolah Literacy Sayang keluarga ). Kegiatanya sangat seru dan asik setiap aku mengikutinya. Karena selalu di bacakan dongeng, kemudian menggambar sesuai imajinasiku, menyimpulkan cerita dongeng, bahkan sampai membuat infografis dari cerita dan mempresentasikanya.
Di masa TK B juga aku di pertemukan dengan guru di sekolah. Entah kebetulan atau sudah memang jalan hidupku, ibuku di motivasi untuk mencoba mengajariku, membaca buku cerita tanpa gambar. Kemudian menulis cerita tentang semua pengalamanku. Setiap tugas sekolah beliau selalu meneropong dan mengoreksi tulisanku ada yang kurang satu huruf atau lupa memberi tanda titik di akhir kalimat.
Tak lelah membimbingku belajar mengenal tanda baca dan huruf besar setelah tanda baca. Merangkum sebuah materi, mencari arti kosa kata asing dalam materi. Sampai memotivasiku untuk belajar menulis cerpen. Dengan selalu mengoreksiku dan mengingatkan kosakataku yang tidak sesuai KBBI. Setiap hari kegiatanku menulis di buku harianku, terkadang aku di beri latihan menulis dari lucky note oleh guruku. Untuk meneruskan cerita dari awal paragraf yang beliau kirim melalui w.a ibuku. Menjadi sebuah cerpen yang bisa membuatnya tersenyum.
Dari kegiatan rutin bersama guruku itu aku semakin percaya diri untuk menulis ceritaku sendiri, aku terus berlatih meskipun berawal dari cerita harianku, yang aku tulis di blog pribadiku. Ataupun di buku tulisku yang di susun rapi oleh ibuku. Aku juga mempunyai target, semangat membaca dua hari satu buku. Supaya aku memiliki banyak kosakata baru.
Guruku terus bersemangat membimbingku, beliau sangat keren dan hebat tidak hanya memancingku untuk memulai belajar menulis cerita tapi juga memberi pengalaman untuk mencoba berbagai lomba menulis cerpen, membaca monolog dan membaca puisi.
Suatu ketika guruku berbagi cerita tulisanya di Gurusiana, aku mulai penasaran untuk membacanya, setiap hari aku teropong di waktu luangku di jam istirahat setelah selesai sekolah online. Setiap ada cerita yang baru yang beliau tulis aku selalu membacanya bersama ibuku.
Cekring….suara hp ibuku berbunyi, ibuku melihatnya. Ada link lomba menulis siswa MediaGuru ( Agustus 2021 ) yang di kirim oleh guruku.
“ Ayo nan…. kelas 1 SD siapa takut ?” seru bu guruku dalam chatnya, kubaca chat bu guruku sambil kutersenyum.
Kemudian aku baca link lombanya, kebetulan sekali aku mempunyai banyak kenangan bersama bu guruku apalagi kalau urusan sama Rindu pasti aku sangat rindu berat denganya. Kemudian aku meminta bantuan kepada ibuku untuk membuat email, memakai namaku sendiri. Setelah aku memenuhi syarat pertama yaitu mempunyai akun di sasisabu. Ku mulai aktif menulis cerita di sana, sangat senang sekali aku bisa berbagi cerita di sasisabu, meskipun ceritaku masih banyak menulis cerita non fiksi. Karena ku masih belajar untuk terus menulis cerita yang lebih baik lagi.
Aku mulai mengumpulkan data – data untuk lomba menulis, Ku buka kembali buku luky note, riwayat w.a bu guruku, bahkan dokumentasi materi sekolah yang tertata rapi di folder laptopku. Ku mulai menulis cerita, apa yang memang aku rasakan. Betapa sangat rindunya aku, ingin bertemu dengan Bu Guruku yang sudah banyak membimbingku. Hanya lewat media HP, tidak membuatnya patah semangat untuk terus membimbingku, untuk menjadi lebih dekat dengan Buku, menjadikan menulis kegiatan rutinku, mengubah bahasaku menjadi lebih halus dan manis di dengar sesuai ketentuan KBBI.
Meskipin aku masih kelas 1 SD, aku bangga dan bersyukur bisa di perkenalkan dengan guruku. Beliau terus membimbingku untuk berliterasi sejak kecil. Akhirnya aku sangat senang sekali, bisa memberi hadiah kepadanya. Hadiah yang sangat berkesan, yang bisa di kenangnya sepanjang zaman. Aku berhasil terpilih dari 100 peserta terbaik di lomba tersebut.
“Bu Firoh kinan berhasil menulis nama kinan, di buku sasibabu MediaGuru, Bapak – Ibu guru, kami Rindu Belajar dan Bertemu”.
“wah selamat ya, kinan hebat “ di pesan chat beliau memberi ucapan selamat padaku. Dan terus memberi dukungan motivasi terbaiknya.
Rasa senang tak bisa ku teriakan, di beri pengalaman literasi yang membanggakan, di usiaku yang belum genap 7 tahun ini. Ku bisa merasakan betapa asiknya berliterasi, tidak hanya sekedar pandai membaca buku, bisa menulis, membaca puisi, membaca monolog, ada rasa unik yang kutemukan di hatiku. Rasa bahagiaku dengan berpantun, bersama guruku membuat perasaanku lebih dekat denganya, menyatukan pikiranku dengan pikiranya, melalui kegiatan berbalas pantun.
Tapi perjalananku, tidak semudah yang aku tulis di cerita ini, banyak sekali halanganya. Mulai sedikit bosan, rasa capek menyelimutiku karena banyaknya jadwal les dan tugas di sekolahku, tapi semua harus kubawa pergi perasaan itu. Apabila kita ada kemauan dan semangat yang besar, kita harus menjalani dengan ceria, riang dan gembira. Kita yakin bisa untuk meluangkan sedikit waktu untuk membaca dan menulis.
Aku pernah membaca ada pepatah sedikit demi sedikit lama – lama akan menjadi bukit. Nah kalau Kita menulis cerita sedikit demi sedikit lama – lama kita bisa menghasilkan sebuah buku dari kumpulan cerita kita. Nah ayo teman – teman kita semangat tekatkan niat, untuk ceria membaca, semangat menulis dan semangat berkarya. Salam literasi.

Biodata

Assalamu’alaikum…

Hallo namaku Gusti Kinanti aku akrab di panggil kinan, aku sekolah di SD Ungggulan AL – YA’LU . Menggambar, menulis, bercerita, membaca  adalah hobiku. Bersepeda dan merawat kucing kegiatan rutinku di pagi hari. Aku suka mencoba tantangan yang baru baik literasi dan matematika, tidak takut untuk mencoba dan gagal karena berani mencoba itu hebat. Semangat belajar dan berkarya selalu berkibar.

NUBAR OMERA PUSTAKA

penulis favorit

Omera Pustaka
juara 2 lomba menulis cerpen
Selingkar