Author Archive

Aku melihat wajahmu membawa senyuman itu. Serbuk cahaya memancar di wajahnya. Rona hangat  tertahan. Ia menatap lurus kedepan serasa tergesa – gesa, tanpa memperhatikan sekelilingnya. Langkah kaki itu berotasi sangat cepat di atas tanah seakan-akan tanah itu adalah awan lembut.

            Sepasang bola mata gadis kecil yang berbaris  senantiasa tajam mengawalnya. Di situ ku berdiri dengan meneteskan air mata basah penuh makna bahagia, sejujurnya hati kecil ini ingin mendekat, ingin melangkah tapi tak tahu arahnya kemana. Entahlah…mungkin sekujur tubuh terbuat dari jutaan bongkahan es  yang membeku?

Terkadang pertemuan kita seperti arah mata angin, pandangan kita hanya di pucuk bulu mata, meskipun tidak ada isyarat untuk menunggu bertegur sapa , tapi entah mengapa senyuman ini masih tetap bertahan untuknya. Bayangan ku seolah menjadi alarm pengingat semangatnya.

Dan untuk itu aku mengagumimu Bu.Guru baju biru, Bahagia ini ketika hari demi hari ku mengukir rasaku lewat kata – kata ini, Melalui  bait – bait manis  yang terkesan sungguh nyata. Tanpa kusadari kekagumanku tak mau pergi, semakin lama layaknya seni yang bercorak warna warni.

Semesta juga mengijinkanmu datang, setiap ku butuh kosakata bantuan untuk menambah wawasan, terkadang terselip gejolak jenaka untuk menghidupkan kebahagiaan. Untuk berbaju dan berkerudung biru tetaplah kamu teguh, menyenangkan, menenangkan dan damai di antara derasnya arus deadline kehidupan.

Maaf atas pengawal langkahmu dengan tanpa sepengetahuanmu kedua bola mataku terpancar mengagumimu, berharap lihat aku sebentar bukan untuk mendapat pujian tapi pancaran semangat perjuangan.

Derapan langkah kakimu, menggendang di telingaku sebelum ayam berkokok. Sentuhan halus tanganmu tidak ketinggalan mendarat di keningku dan membelai rambutku, sering kurasakan bibirmu yang menancap di keningku.

” Nan, ayo bangun sudah setengah lima, sholat subuh yuk !” seru Ibuku yang Setiap hari menjadi alarm hidup bagiku

“ Aaaaaa Silau “ sambil ku menggeliat dan memandang sorotnya lampu kamarku, dan bergegas bangun menuju kamar mandi, kemudian bergegas ke ruang mushola dalam rumahku untuk menunaikan sholat subuh.

Namaku kinan, aku berumur 6 tahun. Aku berasal dari keluarga sederhana yang sangat Humoris dan ceria, Ibuku bekerja mengurusku setiap hari, ayahku bekerja di jakarta,  jauh dari rumah. Aku anak tunggal yang sangat beruntung yang belum punya adik. Sosok tinggi  berambut panjang, suara melengking penuh semangat itulah Ibuku . Tidak tahu mengapa hati ini mudah sekali nurut pada sosokmu. Dirimu yang ceria, penuh perhatian, juga kasih sayang.

Brakkkkkkk !!!!  Ku hampiri suara itu, ternyata si chilik, seekor kucing kecil yang ku ambil dari jalanan waktu bersepeda pagi, untuk aku rawat. Ternyata dia bermain dengan boneka tikus,  sampai dia menabrak pintu rumah.

Kemudian ku hampiri Ibuku yang sedang menyiapkan bahan untuk memasak.

“ Bu…… kinan bermain bersama chilik sebentar boleh “

“ Iya …. minta tolong di cek sekalian, makanan dan minuman di kandang si Kipli dan Lingling, kalau habis kinan tambahin makananya dan ganti air minumnya ya….!!!! “

” siap, oke bu “ jawabku semangat

Setelah selesai bermain, ku membantu Ibu memasak. Memotong-motong sayuran  dan kawan-kawannya. Aku melirik Ibuku  yang sedang fokus mengaduk nasi di panci. Lalu aku  bersiap menanyakan sesuatu pada ibu. Sambil berdoa dalam hati semoga pertanyaan yang akan kuluncurkan tak membuat nya marah .

“Bu, kapan aku dibelikan ponsel?”

“Nanti kalau sudah kelas 3 “ jawabnya singkat sambil memasukkan nasi ke dalam dandang. Kemudian ibu menoleh kepadaku

” Memangnya ipad itu kenapa?” Telunjuk Ibuku  mengarah pada ipad  yang tergeletak di meja. “ sambil melempar tatapan curiga kepadaku.

Yachhh memang, selama ini aku terdidik tanpa game di ponsel, aku mempunyai ipad yang di belikan oleh ayahku semenjak aku TK,  tapi semua terpantau oleh ibuku. Hanya aplikasi Room To Read, gramedia digital, youtube, dan aplikasi KBBI. Sempat aku mengutarakan Ingin bermain game  dengan ponsel seperti teman – temanku. Tapi ibuku belum mengijinkan. Dengan alasan anak kecil mudah terpengaruh dengan game dan akan lupa waktu. Akupun tak bisa berkata apa – apa karena jawaban Ibuku hanya “ tidak” .

Aku bergegas mandi, setelah kulihat menu sarapan sudah tertata lengkap di meja makan. sayur bayam, botok tahu dan ikan pindang. Setelah selesai kita sarapan bersama dan mulai aktifitas  belajar bersama.

“ kinan, sudah lihat jadwal hari ini “ tanya Ibuku

“  Sudah bu “ dalam hatiku jadwalku hari ini panjang seperti gerbong kereta ada jadwal membaca cerita bahasa jawa, ada deadline menulis puisi.Hadehhhh sebenarnya pusing sih tapi nanti kena semprit ibuku, jadi aku senyum – senyum aja .

“ ayo kita mulai “  Teriak ibuku

Seperti biasa, sebelum sekolah Daring. Ibukku memanduku untuk melakukan senam supaya badanku tidak kaku dan sehat, kemudian aku mengerjakan semua tugas sekolah mulai menonton video materi, merangkum materi, sampai mengerjakan quiz semua aku kerjakan sendiri. Ibukku hanya sebagai satpam yang mondar mandir sambil sesekali melihat pekerjaan sekolahku.

“ ayo ini di hapus “ sambil menunjuk tulisanku yang  segede biji jagung

Aku hanya tersenyum sambil berkata dalam hati kok ya ketahuan xixixixi, meskipun ibuku sering begitu tapi aku merasa senang karena ibuku selalu perhatian padaku, setiap secuil kesalahan selalu memberi perbaikan padaku. Ku tengok sejenak di catatan alarm ibuku di sepotong kertas mini yang bertuliskan, 16.00 – 17.00 membaca cerita di letsreadasia baca cerita yang menggunakan bahasa jawa. 18.30  deadline menulis puisi tentang Budi Utomo.

Ku tepuk jidat ku sambil berkata dalam hati “ kaum deadliners  harus beraksi “.  Ibuku  ini emak super, pernah ku mengamati betapa  sibuknya ibuku ,  bangun tengah malam   sudah ribut dengan suara panci, alunan musik peralatan dapur sutil dan wajan seperti tak bisa lepas dari rutinitasnya. Belum lagi suara mesin cuci wung …wung…wung . Dan hangatnya aroma uap setrika, Tapi masih semangat mendampingiku membaca dan belajar. Tak lupa mengingatkanku sholat 5 waktu supaya tak terlewat.

Setelah kegiatan sekolah dan tugas – tugas selesai, kuberdiri di depan jendela mushola . Menatap sejuknya awan yang mengeluarkan rintikan hujan yang membuatku tersenyum dan menghirup segarnya udaranya.

“ Nan, setelah sholat  ashar jangan lupa membaca ceritanya !”

“ Baik bu “ jawabku dengan singkat”

“ Kita baca berdua ya bu “ kataku

“ Boleh, ayo kita membaca bersama “ jawab ibuku sambil mendekatiku

Kita duduk bersebelahan di depan laptop. Kemudian memulai memilih cerita javanese dengan  judul Arep Digawa menyang Endi ? , akupun tertarik dengan cerita yang di tulis oleh  Intan Tri Istanti.

“Sreg … sreg … sreg …. Tukik-tukik wiwit netes. Pesisir! Segara! Kabeh tukik kudu mrana! Plung! Plung! Plung! Untunge, tukik-tukik wis nyemplung ing banyu. Oh! Oh! Tukik arep digawa menyang endi? Tuluuung!. Itulah sepenggal cerita yang aku baca. Seru sekali, sesekali ku melihat wajah ibuku tersemyum mendengar logat bacaku yang lucu karena baru pertama kali berbahasa jawa. Kemudian ibuku menjelaskan arti cerita itu, supaya aku paham ceritanya.

Hujan semakin deras saja malam ini, Waktu itu tepat tanggal 3 oktober, aku di perlihatkan informasi lomba menulis periode oktober 2021. Yaitu lomba mengarang puisi dengan tema

“ UNTUK INDONESIA : Sebuah Kisah, Cita – cita dan Harapan “ 

 “ Kinan ada tantangan membuat puisi, berani mencoba itu keren lho” kata Ibuku

Aku mencoba membaca dan mengamati semua informasi yang ada di persyaratan lomba tersebut. Kemudian Ibuku memberiku begitu banyak cetakan materi tentang puisi, majas, sejarah Budi Utomo sampai Sumpah Pemuda.

“ Aduhhhhh banyak sekali ini materinya, membuatku semakin pusing “

sambil ku membaca dan memberi tanda, kosakata sulit dengan menggunakan stabilo. Kemudian aku merangkum dan mencari artinya di kamus KBBI. Pertama kali membaca baru lembar pertama sudah mendapat kosakata yang belum aku mengerti yahhhh itu adalah Propaganda . Kemudian aku mencari di KBBI. Entah kenapa mataku tertuju dengan tulisan biru yang terbaca tesaurus.

Ahaaaa aku kan punya Ibu kedua  yang bisa aku tanya, ku kirimkan pesan suaraku yang imut ke Bu Guruku.

“ Tesaurus juga tautan link kamus, Nan “

“ Yaitu makna kata sesuai kaitan maknanya. Coba nanti kinan klik ya “

“ Langsung di klik ya kinan “ begitu pesan suara Bu Firoh

“ owalah – owalah ternyata link itu alamat websitenya ya Bu Firoh, baru tahu aku “ balasan pesan suaraku

Di waktu malam itu pusingku berkeliling, Bu Firoh menghiburku dengan banyak mengirim gambar hati  yang lucu – lucu.

“ Bu Firoh itu gambar peluknya so so so cocok banget untuk kita, karena Bu Firoh suka warna biru, kinan suka warna pink. Jadi yang baju biru Bu Firoh yang baju pink itu Kinan “

“ jadi sama – sama gendutnya dong “ ku kirim pesan suara sambil ketawa

“ Sepanjang gerbong Naaaaaan…. ketawanya “ jawab pesanya dengan stiker yang sangat panjang sepanjang gerbong.

Aku mencoba konsentrasi, membaca dari berbagai sumber tentang kisah heroik Budi Utomo dan Sumpah Pemuda. Akhirnya aku menemukan judul yang aku suka. Sebelum ku memulai menulis, tiba – tiba yachhhhh aku merasa lapar .

“ Bu aku mau makan, lapar ?”

“ Ini sudah malam lo nan, Ibu sudah gak punya sayur “ jawab Ibuku

“ Ayam goreng penyet aja Bu! “ kataku setelah membuka kulkas ada ayam yang udah di bumbuin tapi belum di goreng.

Ibuku mencoba tersenyum menahan marah, giginya gemerutuk menahan emosi,  karena sudah larut  malam, aku memesan makanan di sela waktu istirahatnya.

“ sudah matang nan, ayam penyetnya, di makan dulu keburu dingin “ perintah ibuku

“ Terimakasih Bu “ sambil kudaratku bibirku di pipinya

“ Sama – sama “ jawab ibuku

Alhamdulillah aku merasa lebih segar setelah makan malam, aku bisa fokus untuk mencari inspirasi dan merangkai kata – kata. Aku bahagia sekali mempunyai dua emak super, super keren, super sabar, super gokil, super power, super membimbing dan super menghibur. Pesona emakku terpancar ke seluruh tubuhku Nasehat baiknya selalu aku ingat. Ibuku sering berkata kepadaku.


“Nan…. teruslah berusaha dan belajar untuk menjadi orang yang ikhlas. Ikhlas dalam segala hal , ikhlas belajar, ikhlas berbagi keceriaan, karena ikhlas itu bagian dari bahagia nan. Tidak ada kebahagaiaan yang dapat mengalahkan rasa bahagia  dari sebuah keikhlasan.”

Ibu, semoga ikhlasmu merawat dan mendidik ku,  menjadi sebuah kebahagianmu sepanjang waktu.

Naik pesawat ke Maluku

Tidak lupa membeli talam sagu

Ibu begitu indah telapak kakimu

Di sanalah tempat surgaku

                                                                        ***

I love U  Ibu.

Sinar matahari yang masuk menembus gorden pertanda sudah memasuki waktu pagi. Cuaca hari ini begitu sejuk, angin yang berembus  mengenai wajah begitu lembut, sepoi – sepoi membuat dedaunan menari – nari sangat indahnya.

Sungguh segar acar mentimun

Sebelum makan ku ucap Bismillah

Kita  harus selalu jaga imun

Supaya bisa belajar di sekolah

***

Si Kipli hewan berbulu

Membaca buku untuk mendapat ilmu

Aku rindu sekolahku

Rindu bertemu Bu guruku

***

Aku sudah terlihat rapi dengan seragam SD baru, setelah selesai sarapan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul enam. Pancaran semangat bersinar di wajahku. Karena, hari ini  pertama masuk  ke sekolah selama Pandemi covid 19.

“ Bu….! Kinan sudah siap berangkat “ sambil menghampiri Ibu yang memanasi mobil.

“ Iya, Nan, ayo kita berangkat “ ujar ibu.

“ Eittss… sebentar Bu, botol minumku ketinggalan “ Seruku sambil berlari menghampiri meja makan.

“ Nan, sini sebentar!”

“ Kalau pakai masker yang benar, miring – miring begini? Sini Ibu betulkan “ seru ibu.

“ Sudah, ayo kita berangkat “ ujar ibu.

Aku bergegas masuk kedalam mobil dengan sangat semangat.  Alasan membuatku bersemangat, karena segera ingin bertemu dengan teman – teman baru dan Bu guru. Sepanjang jalan ku tak berhenti memikirkan akan bertemu dengan Bu.Firoh. Yups ..beliau Bu guru TK B yang mengajarku secara daring selama pandemi. Letak sekolahnya bersandingan, tak lama kemudian sampailah di depan Sekolah AL –YA’LU Superior Elementary School.

“ Assalamu’alaikum!” sambil ku mencium tangan Ibu..

“ Wa’alaikumsallam, Semangattttttttt!” ujar ibu.

Ku buka pintu mobil dan melangkahkan kaki penuh riang menuju kelas, Sudah ada Bapak dan Ibu guru yang menyambut di depan untuk mengarahkan melakukan cuci tangan dan mengukur suhu tubuh.

“ Kinanti kelas berapa “ seru bapak setengah baya mengenakan baju batik sangat ramah.

“ Kelas satu, pak! “ ujarku.

“ oke, Kinan jalan lurus saja nanti ada ruang kelas satu, nah itu kelas Kinan” ujar Bapak itu.

“ Baik, pak terimakasih”  jawabku.

“ O iya, kalau boleh tahu nama Bapak siapa? “

“ Nama Bapak, pak Aan!” jawabnya.

“ Makasih Pak Aan” Kinan terus  melangkah menuju kelas.

Sesampainya  di kelas Kinan menuju bangku yang kosong di barisan depan  tepat di sebelah Gisel. Tak lama kemudian terdengar derapan langkah menuju kelas, semua murid duduk di kursi masing – masing dengan tegak dan rapi.

“Assalamualaikum anak –anak “ seru Bu Halijah.

“ Waalaikumsallam Warochmatullah wabarokatu” jawab serentak semua murid.

“ How are you”

“ Iam Happy thank you and you “ seru  murid dalam kelas .

“ Iam Happy too “  jawab Bu Halijah.

“ Seperti biasa sebelum kegiatan belajar dimulai kita membaca Doa bersama –sama, ayo siapa yang akan memimpin Doa?” Tanyanya

“ Kinan Bu!” Seruku dengan mengangkat tanganku tinggi – tinggi.

“ Ayo semua siap grak, duduk rapi” teriak tegasBu.Halijah.

“ My friend are you ready” seruku.

“ yessssss, iam ready” jawab serentak semua murid.

“Hands up, lets pray before learning” seruku.

Setelah selesai berdoa, keseruanpun dimulai, Bu Halijah mulai mempresentasikam materi tentang Pengalaman Diri dan menyuruh murid – muridnya untuk membuat rangkuman di buku tulis.

“ Bu Halijah! saya lupa tidak membawa pensil” teriak Mirza.

“ Kok bisa lupa  itu bagaimana to nak! “ ujar Bu Halijah menghampiri Mirza meminjami pensil.

“ Bu Halijah! buku saya ketinggalan!” seru Dina.

“ Sebelum berangkat di cek kembali ya bawaanya” Bu Halijah memberinya selembar kertas.

“Kinan! tulisanku salah, tapi lupa gak bawa penghapus” bisik rifki

“Ini pakai penghapusku” jawab kinan pelan meminjamkan penghapusnya.

Bu Halijah guru yang  very friendly, selalu seru dengan celetuk akrabnya bersama murid – muridnya. Selalu semangat menjelaskan materi sampai semua muridnya mengerti.

“ Bu, Halijah, Kinan izin ke toilet!” seru Kinan menghampiri Bu guru.

“ Silahkan, cepat kembali ke kelas” jawab Bu Halijah.

“Baik bu…!” serunya.

Ada yang memanggilku dari belakang, setelah kutengok ternyata Gisel.di sepanjang jalan ke toilet ku intip beberapa kelas yang kulewati, sreettt kulirik ruang kelas 2, wah Pak Krisna dengan beberapa muridnya  memeragakan gerakan olahraga di depan kelasnya.Terlihat mereka sangat menikmati keseruan belajar.

Ku melihat sekeliling terkejut dengan antrian panjang di depan toilet, Gisel menekuk beberapa jarinya sampai berbunyi, untuk menghilangkan kebosanan menunggu antrian. Akhirnya ku bercerita padanya setelah pulang sekolah akan bertemu dengan Bu.Firoh. Kuceritakan semua kedekatan pengalaman masa TK  yang seru bersamanya, Gisel pun merasa penasaran dengan Bu.Firoh.

“ Gisel jangan melamu! Buruan masuk toilet”  seruku mengagetkanya.

“ Ah… lega sekali” gumam Gisel sambil menarik tanganku.

Lariiiiiiiii……kita bergegas menuju kelas dengan berdebar – debar membayangkan wajah merahnya Bu Guru karena terlalu lama ke toilet. Terdengar suara bersautan dari dalam kelas, sepertinya ada quiz dari Bu guru.

“Assalamualaikum …!” seruku bersama Gisel saat masuk kelas.

“ Waalaikumsallam” Jawab Bu guru.

Baru saja ku menempati tempat dudukku, tiba – tiba lentingan suara menunjukku.

“ Kinan…! sebutkan contoh pengalaman yang tidak menyenangkan?” Bu Halijah menghampiriku sambil tersenyum.

“Di marahi  Ibu ……..” jawabku dengan cepat.

Serentak teman- teman menertawakanku, di  bangku paling ujung ku menatap Rifki yang juga ikut tertawa sambil memberi jempol kepadaku, aku pun tersenyum padanya.

Yeay!

Akhirnya jam pulang sekolah datang juga. Yup, saat ini adalah hari yang kunantikan selama 2 tahun pandemi.

Tiba – tiba gisel berbisik padaku,  “Nan lihat itu ada Bu.Firoh.

Ku tengok di sudut pintu kelas, terlemparlah senyumnya padaku. Murid – Murid berlarian keluar kelas dengan sangat riang membawa pulang ilmu yang diberi oleh Bapak dan Ibu guru. Tak lama kemudian, Bu guru cantik, terlihat manis memakai kerudung pink motif bunga, senyumanya sangat ramah lingkungan menghampiriku. Akupun merasa bahagia bertemu denganya secara nyata, rinduku terasa terobati seketika.

“ Nan, duduk sini  lo!” perintahnya sambil menunjuk kursi di sebelahnya.

Akupun bergegas duduk di sebelahnya, kulihat  beliau memegang  kotak cookies transparan. Diberikanlah padaku kotak transparan yang berisi semut rang – rang, yachhh… memang pernah ku berdiskusi dengan beliau, penasaranku terhadap semut rang – rang yang membesar di benakku.

“ Nan, apakah pengamatan semut Rang – rang akan berlanjut “ seru Bu.Firoh

“ InsyaAllah, Bu..!karena  aku sangat penasaran sekali, dengan sarang, dan macam semut Rang – rang” jawabku.

“ Kinan, sudah di jemput Ibu di depan” Kata Bu. Halijah.

“ Baik Bu!” jawabku

“ Bu Firoh, Kinan pulang dulu ya, terimakasih untuk pengalaman seru hari ini” ucapku.

“ Okey… sama – sama kinan “ jawab Bu.Firoh.

“ Setelah pengamatan, Di buat cergam ya” usulnya.

“ Siap! Assalamualaikum” seruku sambil ku mencium tanganya.

“ Wa’alaikumsallam “ Jawab beliau.

Akupun bergegas pulang dengan membawa sejuta impian, kebahagiaan, menikmati momen kebersamaan, kenangan akan tersimpan sebagai persahabatan. Dan 1 bulan kemudian selesailah cergam buatanku yang berjudul Rang – rang Si Koki Hebat.

Namaku gusti kinanti
Murid sang guru literasi
Kebanggaan ibu pertiwi
Pejuang literasi yang abadi

Malam semakin larut dan aku belum berhasil memejamkan mata. Sesekali angin malam menembus kulitku, kuusap sweeter panjang yang aku kenakan.Untuk memberi rasa hangat, di tubuhku yang mungil ini. Ku duduk bersila tepat di depan meja kayu lipat kecilku.Yang sudah sedikit bergoyang satu kaki mejanya. Di temani lampu sorot belajar yang memberiku penerangan.Saat Kubaca lembar per lembar buku yang berjudul, Kereta Malam Menuju Harlok yang di tulis oleh bunda Maya Lestari GF.

“ Belum ngantuk?”, ibuku menghampiriku, duduk di sampingku
Aku menggelengkan kepala sambil memeluk buku yang sedang aku baca.
Sejak kecil usiaku belum beranjak 5 tahun, aku mulai dikenalkan dengan literasi yang sederhana yaitu belajar membaca, ku mulai dengan satu lembar satu hari, kemudian meningkat menjadi dua lembar sehari. Sampai buku yang aku baca selesai. Aku menjadi sangat lancar membaca, tidak berhenti sampai di satu buku. Ku melanjutkan membaca buku tentang Fauna Pedia. Karena ketertarikanku tentang hewan sangat besar.
Di situ aku mengenal banyak kosakata baru, dan nama latin dari berbagai macam jenis hewan di Dunia. Selain membaca, aku di biasakan oleh ibuku untuk belajar menulis, aku ingat sekali tulisan pertamaku yang aku tulis di masa TK A, kalimat sederhana di buku halus. Bu Susan sarapan pagi, Bu Firo memakai kerudung bunga, Bu Husna membeli sepatu baru. Saat itu aku sudah bisa menulis sangat bahagia sekali.
Aku berlatih menyalin bacaan dari berbagai buku, terkadang ibuku yang membacakan, kemudian aku belajar menyimak dan menulisnya supaya bisa lebih lancar lagi membaca dan menulis. Setiap hari aku selalu mendapat jadwal rutin membaca dan menulis dari ibuku.
Setelah beranjak TK B, aku masih tetap dengan jadwal rutinku. Membaca dan menulis, ibuku juga mengajakku di sela – sela jam kosong untuk mendongeng dengan boneka tangan.
“ kinan, mau bermain seru sama ibu gak nih?”
“ mainan seru apa bu “ seruku
“ kemarin kan baru membeli boneka tangan binatang gajah, ayo mendongeng bersama” kata ibuku
“ ayooo…..ayooo” ku jawab lantang dan penuh gembira. Ku cepat berlali menggambil semua boneka tanganku dan mendongeng bersama ibuku.
Senang rasanya aku memiliki ibu seperti itu, yang selalu bisa bermain dan belajar bersamaku, ibuku juga sering membacakan buku dan dongeng sebelum tidur untukku. Bahkan mendampingiku membaca nyaring cerita, di Room to Read. Aku suka sekali baca buku cerita, membaca nyaring dan melihat video cerita di literacycloud.
Nah setelah aku berusia 5 tahun, aku rutin mengikuti kelas online Selingkar ( Sekolah Literacy Sayang keluarga ). Kegiatanya sangat seru dan asik setiap aku mengikutinya. Karena selalu di bacakan dongeng, kemudian menggambar sesuai imajinasiku, menyimpulkan cerita dongeng, bahkan sampai membuat infografis dari cerita dan mempresentasikanya.
Di masa TK B juga aku di pertemukan dengan guru di sekolah. Entah kebetulan atau sudah memang jalan hidupku, ibuku di motivasi untuk mencoba mengajariku, membaca buku cerita tanpa gambar. Kemudian menulis cerita tentang semua pengalamanku. Setiap tugas sekolah beliau selalu meneropong dan mengoreksi tulisanku ada yang kurang satu huruf atau lupa memberi tanda titik di akhir kalimat.
Tak lelah membimbingku belajar mengenal tanda baca dan huruf besar setelah tanda baca. Merangkum sebuah materi, mencari arti kosa kata asing dalam materi. Sampai memotivasiku untuk belajar menulis cerpen. Dengan selalu mengoreksiku dan mengingatkan kosakataku yang tidak sesuai KBBI. Setiap hari kegiatanku menulis di buku harianku, terkadang aku di beri latihan menulis dari lucky note oleh guruku. Untuk meneruskan cerita dari awal paragraf yang beliau kirim melalui w.a ibuku. Menjadi sebuah cerpen yang bisa membuatnya tersenyum.
Dari kegiatan rutin bersama guruku itu aku semakin percaya diri untuk menulis ceritaku sendiri, aku terus berlatih meskipun berawal dari cerita harianku, yang aku tulis di blog pribadiku. Ataupun di buku tulisku yang di susun rapi oleh ibuku. Aku juga mempunyai target, semangat membaca dua hari satu buku. Supaya aku memiliki banyak kosakata baru.
Guruku terus bersemangat membimbingku, beliau sangat keren dan hebat tidak hanya memancingku untuk memulai belajar menulis cerita tapi juga memberi pengalaman untuk mencoba berbagai lomba menulis cerpen, membaca monolog dan membaca puisi.
Suatu ketika guruku berbagi cerita tulisanya di Gurusiana, aku mulai penasaran untuk membacanya, setiap hari aku teropong di waktu luangku di jam istirahat setelah selesai sekolah online. Setiap ada cerita yang baru yang beliau tulis aku selalu membacanya bersama ibuku.
Cekring….suara hp ibuku berbunyi, ibuku melihatnya. Ada link lomba menulis siswa MediaGuru ( Agustus 2021 ) yang di kirim oleh guruku.
“ Ayo nan…. kelas 1 SD siapa takut ?” seru bu guruku dalam chatnya, kubaca chat bu guruku sambil kutersenyum.
Kemudian aku baca link lombanya, kebetulan sekali aku mempunyai banyak kenangan bersama bu guruku apalagi kalau urusan sama Rindu pasti aku sangat rindu berat denganya. Kemudian aku meminta bantuan kepada ibuku untuk membuat email, memakai namaku sendiri. Setelah aku memenuhi syarat pertama yaitu mempunyai akun di sasisabu. Ku mulai aktif menulis cerita di sana, sangat senang sekali aku bisa berbagi cerita di sasisabu, meskipun ceritaku masih banyak menulis cerita non fiksi. Karena ku masih belajar untuk terus menulis cerita yang lebih baik lagi.
Aku mulai mengumpulkan data – data untuk lomba menulis, Ku buka kembali buku luky note, riwayat w.a bu guruku, bahkan dokumentasi materi sekolah yang tertata rapi di folder laptopku. Ku mulai menulis cerita, apa yang memang aku rasakan. Betapa sangat rindunya aku, ingin bertemu dengan Bu Guruku yang sudah banyak membimbingku. Hanya lewat media HP, tidak membuatnya patah semangat untuk terus membimbingku, untuk menjadi lebih dekat dengan Buku, menjadikan menulis kegiatan rutinku, mengubah bahasaku menjadi lebih halus dan manis di dengar sesuai ketentuan KBBI.
Meskipin aku masih kelas 1 SD, aku bangga dan bersyukur bisa di perkenalkan dengan guruku. Beliau terus membimbingku untuk berliterasi sejak kecil. Akhirnya aku sangat senang sekali, bisa memberi hadiah kepadanya. Hadiah yang sangat berkesan, yang bisa di kenangnya sepanjang zaman. Aku berhasil terpilih dari 100 peserta terbaik di lomba tersebut.
“Bu Firoh kinan berhasil menulis nama kinan, di buku sasibabu MediaGuru, Bapak – Ibu guru, kami Rindu Belajar dan Bertemu”.
“wah selamat ya, kinan hebat “ di pesan chat beliau memberi ucapan selamat padaku. Dan terus memberi dukungan motivasi terbaiknya.
Rasa senang tak bisa ku teriakan, di beri pengalaman literasi yang membanggakan, di usiaku yang belum genap 7 tahun ini. Ku bisa merasakan betapa asiknya berliterasi, tidak hanya sekedar pandai membaca buku, bisa menulis, membaca puisi, membaca monolog, ada rasa unik yang kutemukan di hatiku. Rasa bahagiaku dengan berpantun, bersama guruku membuat perasaanku lebih dekat denganya, menyatukan pikiranku dengan pikiranya, melalui kegiatan berbalas pantun.
Tapi perjalananku, tidak semudah yang aku tulis di cerita ini, banyak sekali halanganya. Mulai sedikit bosan, rasa capek menyelimutiku karena banyaknya jadwal les dan tugas di sekolahku, tapi semua harus kubawa pergi perasaan itu. Apabila kita ada kemauan dan semangat yang besar, kita harus menjalani dengan ceria, riang dan gembira. Kita yakin bisa untuk meluangkan sedikit waktu untuk membaca dan menulis.
Aku pernah membaca ada pepatah sedikit demi sedikit lama – lama akan menjadi bukit. Nah kalau Kita menulis cerita sedikit demi sedikit lama – lama kita bisa menghasilkan sebuah buku dari kumpulan cerita kita. Nah ayo teman – teman kita semangat tekatkan niat, untuk ceria membaca, semangat menulis dan semangat berkarya. Salam literasi.

Pahlawan garda terdepan  

__

Dua tahun yang lalu,  dia datang ke negaraku

Tetapi bukan untuk  bertamu

Wabah hitam melanda dunia, tanda bahaya corona

Merenggut banyak nyawa manusia 

Gunung yang tinggi menjulang, 

Menghembuskan angin yang tak tenang 

Kabut hitam menghantui sudut perkotaan

Mengingatkan bahwa bumiku belum siuman 

Mengenang para pahlawan di garda terdepan

Pantang pulang sebelum corona tumbang

Lelah dan iklasmu untuk menyembuhkan 

Harapanku kau selalu tetap dalam lindungan

Pahlawan di masa corona 

Berpisah dengan keluarga 

Demi kesembuhan penderita 

Lelah tak terjaga 

Cepat pulih bangsaku

Menyambut datangnya dirgahayu

Garda terdepan  jaga kesehatan selalu 

Keluargamu masih sabar menunggumu 

—–

MERDEKA

🙏 SALAM SEMANGAT BERKARYA 🙏

Please don’t turn off the light……. 

Please, mom don’t turn off the light

my monster hide in my room at night

I have three monster tonight

Is he  a very friendly pet ?

He’s a happy monster,

With nice  hairy, not curly hair.

 Next monster is spyder monster

He’s a  very scary monster pet ?

With small red ugly eyes

Last my monster pet

Is he a very noisy pet ?

he’s a noisy monster

With a very silly mouth, 

Ohhh …. he’s angry and mean .

What about your monster pet ? 

So.what’s she like ?

Is she a very smell pet ?

She’s a smelly monster.

With long green dirty teeth. 

Kinan Punya pantun teka teki nih

__

Wangi dan berwarna cerah

Ibuku Menanam di halaman rumah

Bunga ini berasal dari Amerika Tengah

Aku Bunga yang sangat indah

__

Lihat bunga di telingaku teman – teman. Siapa yang tahu, bunga apa namanya?

Iya betul sekali. Bunga Kamboja.

Bunga ini ada di halaman rumahku. MasyaAlloh, cantik ya. Kadang – kadang bunganya ada di dahan yang tinggi, terus bagaimana cara mendapatkanya?

Gampang lo. Tinggal di goyangkan aja batangnya hahahaha,, stttttttttttttttt apa yang terjadi !!!!!!!!!

Nah benar sekali, bunganya banyak yang berjatuhan itu caraku, setiap menggambil bunga kamboja karena tubuhku yang kecil tidak bisa memetiknya. Jadi hanya asik menggoyang batangnya saja.

Bunga kamboja memiliki wangi yang khas, mahkota bunganya ada yang berwarna putih hingga merah keunguan. Setiap bunga memiliki kelopak sebanyak 5 helai, namu ada juga sih yang memiliki 4 bahkan 6 helai. Tapi uniknya semua kelopaknya berukuran sama dan tumbuh bergerombol di setiap ujung cabang pohonya.

Aku penasaran sekali dengan Bunga Kamboja ini, akhirnya ku membaca Ensiklopedia Tumbuhan.

Konon di berbagai negara belahan dunia, bunga kamboja memiliki arti berbeda – beda. Seperrti dalam agama Hindu, kamboja sebagai dedikasi dan pengabdian karena memiliki filosifi dimana proses berbunganya terjadi pada sasih kapat ( bulan purnama keempat) yang di percaya sebagai bulan baik, tak heran masyarakat Bali menganggapnya sebagai Sari alam. Sedangkan dalam agama Buddha bunga ini berarti simbol keabadian, kenapa ya ? wahhh tambah penasaran kubaca terus sampai kutemukan jawabanya, ternyata bunga kamboja ini tidak cepat layu, meskipun pohonya telah tumbang lho.

Nah ada fakta menarik lainya nih, bunga ini dapat di temukan di suku bangsa maya kuno yang di gunakan sebagai lambang kehidupan dan kelahiran.Sedangkan di beberapa kebudayaan negara di dunia, seperti Hawaii, bunga ini melambangkan sesuatu yang positif. Di india di gunakan dalam pernikahan di kenakan pada rambut pengantin wanita. wah pasti cantik sekali pengantinya kalau memakainya. Dalam budaya Cina memiliki arti dengan cinta namun berbeda di negara Vietnam, bunga ini di gunakan untuk obat radang kulit sebagai penyembuhan.

Wahhh ternyata bunga kamboja sangat unik sekali, selain bunganya cantik dan aromanya sangat harum sekali.

Ayah, dalam ketidakhadiranmu, kusampaikan bait – bait kenanganku bersamamu. Ya, fase yang terlalu singkat. Bagiku, yang selalu merasa nyaman dengan pendampingan dan bimbingan Ayah. Kuingin waktu membiarkanku merajut masa bersamamu lebih lama lagi. Bercerita, bersepeda, dan apapun bentuk kegiatanya, indoor atau outdoor, serius atau santai, selalu asyik bersamamu. Itu semua telah berakhir, Yah.

Itu paragraf pertama karya jari lentik Bu Guruku, yang selalu menginspirasiku. Suatu hari, ku mendapat kabar di w.a grub NUBAR ANAK , tepatnya di tanggal 15 februari ku baca pesan.

“ Halooooooo”

“ Apa kabar peserta Nubar? “

“ Sabar menunggu update – an, kan? “

“ Sembari menunggu, omera mau mengajak kalian buat seseruan nih “

“Seru – seru asik berhadiah, iseng – iseng isi waktu luang… ikutan yuk. “

“ Mau ikut Monologue Challenge, lomba berlangsung 15 – 27 Februari 2021”

“ Good luck…. Kakak gak sabar dengar Monolog kalian”

Kubaca pesan kabar dari Kak Moon Tim Omera Pustaka.

Kemudian Ibuku membujuk ku untuk mencoba ikut challenge itu, tapi aku tidak mau karena aku merasa tidak bisa. Kemudian ke esokan harinya, ibuku tetap membujukku lagi , aku tetap dengan jawabanku aku takut dan merasa tidak bisa. Suatu saat ada voice note dari Bu guruku, memberi semangat kemudian berkata

“ yakin kinan gak mau mencoba nih “

“ seru lo nan, asik dan punya pengalaman baru “

“ gimana, ikut ya kinan? Berani gak “ pesan Bu Firoh sambil membujukku

“ Okey bu Bu.Firoh, jangan lupa kasih gambar love dan peluk ya “ jawabku

Entah kenapa setiap Bu Guru yang membujuk aku tidak bisa menolaknya, karena aku sudah sangat dekat denganya, sudah seperti kembaranku. Waktu itu aku belum mengerti apa itu monolog, kubertanya pada ibuku, kemudian mencari di google dan youtube bagaimana contoh membaca monolog, kebetulan aku melihat monolog cerpen sepotong senja. Aku sangat kagum dan terkejut, kok bisa suara nya begitu sangat enak di dengar. Ku ulang – ulang terus menerus.

Akhirnya aku berbicara pada ibuku,

“ Bu Bolehkah aku membacakan Monolog karya Bu Firoh “

Ibuku menjawab “ Sebentar ya ibu minta ijin ke Bu guru dulu “

Ibuku mulai beraksi dengan meluncurkan pesannya ke bu guru

“ Silakan, dari hati yang paling dalam ya , support meluncur naaan…. “

“ Berani mencoba ..yesss …yess… yess “ bu guru membalas dengan di selipkan beberapa emoji gambar hati .

Ku berlatih setiap hari, kalimat demi kalimat dan bertanya kepada ibuku. apabila ada kosakata yang belum aku mengerti. Ternyata sulit sekali ku harus membaca dialog cerita sendirian. Kata bu guru itu semacam refleksi untuk diri sendiri begitu jadi setiap orang yang membaca monolog mempunyai ciri khas sendiri – sendiri.

Ku terus berlatih membaca di depan cermin. Dengan bergaya seperti Artis hahahah… seru sih, aku bisa bergaya seperti orang terkenal. Sebenarnya aku sudah terkenal. Tapi hanya terkenal di dalam rumahku, karena aku artis paling imut di rumahku.

Aku pantang menyerah, terus mencoba sampai menemukan nada baca yang pas menurutku, Dan sesampainya di paragraf ke dua entah kenapa aku tiba – tiba menitikkan air mata, kubaca sambil hatiku tidak bisa berhenti bergetar.

“ bu , aku gak bisa menahan tangis, karena ceritanya membuat jantungku bergerak kencang dan tiba – tiba aku menangis “

Aku sudah putus asa karena aku tiba – tiba menangis setiap membaca jadi bacaanku jadi kacau . Apalagi ada batas waktu membaca tidak boleh lebih dari 20 menit. Kemudian ibuku juga memutar otak, untuk berfikir akhirnya aku di beri catatan waktu tiap paragraf. Ada yang tidak boleh lebih satu menit atau dua menit setiap paragrafnya. Untuk memudahkanku berlatih supaya bisa memenuhi syarat membaca di dalam challenge.

Ku mulai berlatih dengan merekam audio, supaya aku bisa mengerti berapa menit aku membaca setiap paragraf. Ku terus berlatih sampai aku bisa, aku tidak boleh menyerah setiap mencoba tantangan. Aku harus semangat. Tapi di tengah – tengah cerita ada yang membuat ku lama membaca karena banyak sekali kosakata sulit. Ku kesulitan mengucapkanya di bagian kata titik klimaks, puncak jayawijaya, posesif,empati, korespondensi, Di usiaku yang masih TK B aku sudah di pertemukan kata – kata misteri seperti itu. Aku terus bertanya arti setiap ada kosakata baru, supaya aku mengerti isi cerita dan bisa merasakan ceritanya.

Mungkin ibuku sudah melihat aku sangat jenuh sekali karena berusaha melalui tantangan yang super berat, oh bu firoh kenapa tantangan ini berat sekali.

“ kinan mau jalan – jalan melihat jalan sekitar dulu atau gimana biar sedikit segar lagi “ tanya ibuku

“ kinan kepingin jalan – jala ke alun – alun menghirup udara segar, melihat banyak bunga, dan duduk santai sambil membaca buku “ jawabku.

“ okey 1 jam lagi kita berangkat “ kata ibuku

Ku menikmati setiap perjalanan ku berceloteh sepanjang jalan, Baru kali ini bisa keluar rumah melihatsetiap sudut jalan sekitar selama pandemi. Sesampainya di alun – alun balai kota aku merasa sedikit kecewa ternyata di tutup sama petugasnya, jadi tidak boleh masuk. Tiba – tiba ibuku denga cepat menghampiri penjaga yang kebetulan sedang bersih – bersih. Setelah ku lihat ibuku mengobrol dengan orang itu tiba – tiba rantai gemboknya di buka dan kita pun boleh masuk.

Aku sangat senang bisa menghirup udara yang sangat segar, melihat tingginya langit, bunga teratai dan berbagai macam bunga cantik, warna – warni yang indah. Ahhhhh pikiranku menjadi segar kembali… setelah ku sudah puas membaca, akhirnya kita berpamitan dengan penjaga dan mengucapkan terimakasih padanya. Kemudian ku menuju ke tempat parkir, di tengah perjalanan ada sebuah becak, ibuku menghampirinya. Aku pikir mau naik becak lho kan kita bawa kendaraan sendiri kok naik becak , pikirku.

Ternyata ibuku memberi uang pada tukang becak itu, setelah aku lihat ternyata orang itu sudah sangat tua sekali, tertidur di dalam becak dengan posisi melungker, ibuku memberi uang sambil berkata

“ Pak ini buat bapak, buat membeli nasi sama minum “

Sepertinya bapak itu terlalu kecapean sampai menjawab terimakasih dengan suara yang sangat pelan sekali. Setelah sampai di rumah ku bersih – bersih badan dan istirahat sebentar. Menjelang malam ba’da Isya ku memulai latihan kembali. Kupahami dan ku hayati sampai ke hati sampai aku tiba – tiba hafal 2 paragraf pertama karena terlalu sering membacanya. Tiba – tiba aku merasakan hatiku ada getaran rasa marah, dan sedih ketika membaca kalimat saat itu, aku melihat ayah dari kejauhan. Begitu dekat bercengkerama, membuat teman – temanku terhibur. Lalu aku berlari kembali menuju kelasku Menangis sejadi – jadinya. Ada rasa pelit menyelinap bahwa kau adalah Ayahku. Hanya Ayahku bukan Ayah teman – temanku. Entah mengapa aku merasa ikut sedih waktu membaca kalimat itu.

Kemudian tantangan terbesarku aku tak bisa menahan tangisanku yang begitu deras sampai hidungku buntu. Jantungku bergerak kencang, hatiku bergetar – getar tak karuan. Memahami sebuah kalimat bahwa ayah sudah di surga, Nduk. Aku bahkan tak mampu mendengar kalimat lain yang di sampaikan ibu setelahnya. Sederas air mataku yang mendesak keluar untuk berlarian, kenangan bersamamu menari – nari di pelupuk mataku. Ku merekam suaraku sambil ku menangis histeris sampai tak bisa membacanya hanya suara tangisanku yang semakin menjadi – jadi setelah ibuku menghampiriku dan memelukku.

Kemudian aku bertanya pada ibuku

“ Ayahnya Bu Firoh kemana bu?”

“ ke surga “ jawab ibuku

Ibuku membagi pengalamanku selama aku berlatih pada guruku.

“Oh nan…itulah puncak rasa saat menulis naskah …Tatkala jemari melemah berpacu dengan speed butiran² bening yg menyeruak keluar

Aku terhenti…”kata Bu guruku pun berbagi pengalamanya saat menulis kenanganya itu.

Setelah ku mengirim rekaman audioku ,Tak lama kemudian ada dering hp , aku intip ada pesan dari beliau, ternyata mengirim pesan suara membacakan ceritanya, terdengar dari suaranya bergetar tapi tetap membacakan dengan sangat tegar. Aku jadi ikut merasakan kesedihan kembali waktu mendengarnya.

“ Mendengar dlm hening ba’da sholat lail, detik – detik hingga kau adalah ayahku, hanya ayahku, bukan ayah teman – teman. Pecah sudah pertahanan ini”. Kata bu guruku

“ 15.29 durasi luar biasa bagi anak yg blm jadi alumni TK “ terselip pesan dari beliau

“ Terimakasih Bu Firoh sudah mau membimbing dan memberi kinan semangat yang sangat besar “ Balasku

“ Sama – sama, makasih juga kinan sampai sejauuh ini, ikut hadir menyimak lembaran biografi singkat ini “ tutur bu guruku.

Setelah monolog ku di upload di chanel youtube omera pustaka. Dan ibuku mulai mengirim link video ke seluruh keluarga, saudara , sahabat, guru dan teman bahkan di berbagai media sosial se Indonesia .Untuk meminta dukungan, ternyata banyak sekali komen positif yang aku dapat, dan banyak yang ikut merasakan kesedihan, keceriaan dan ada yang sampai menitikkan air mata setelah mendengar suaraku membacakan monolog. Aku merasa bangga dan merasa memiliki pengalaman berharga bersamanya.

Dari Ayah yang hebat ada Bu guru yang hebat pula, aku ingin menjadi murid yang hebat seperti beliau.

Di akhir cerita Ayah guru yang hebat. Always do the best thing for me !

Putri Ayah.

Lingkaran , segitiga dan persegi

Rancang bangun geometri

Transportasi laut selamat bekreasi

Ku membuatnya dengan senang hati

Angin yang berhembus menyentuh wajah begitu lembut, membuat wajahku seperti sedang di elus – elus penuh kasih sayang. Begitu ku melihat jam di meja belajar menunjukan pukul 06.00. Ibuku memperlihatkan tugas di google classroom kepadaku.

“ bu ini ada senam, ayo kita senam “

kemudian aku menggambil sepatuku dan mahkotaku yang berbentuk ikan . Ku pakai dan ku mulai berlenggak – lenggok dan loncat mengikuti musik senam dengan ceria. Sambi lku teriak eeeeeee aaaaaaaaaaaaa. Kemudian berlanjut menyanyikan lagu Mars Al – Ya’lu dengan versi bilingual.

Lumayan berkeringat, badan menjadi terasa segar dan nyaman. Kulihat ibuku mendownload dan mengeprint semua tugas hari ini di google clasroom.

“ sudah selesai nan , ayo kita mulai sekolahnya“ kata ibuku

Setiap sekolah di mulai Ibuku berubah menjadi presiden di rumahku. Yang membuat jadwal dan mengoreksi semua kegiatan sekolahku. Tak pernah ketinggalan seharipun Berdoa sebelum memulai dan setelah mengerjakan tugas sekolah sesuai urutan.

“ sekarang hafalan surat pendeknya surat Al – Qaari’ah ya nan “ seru ibuku padaku

“ okey kinan sudah hafal kok ada 11 ayat artinya Hari Kiamat “ jawabku

Ku hafalan di depan ibuku, setelah selesai opppppsssss, sudah jam 08.00 ada jadwal google meet dengan Bu Susan. Kemudian aku bergegas join di kelas google meet. Sekarang tema nya tentang transportasi laut nih aku sudah baca di materi google classroom paginya.

“ Anak – anak alat transportasi laut itu ada jenis ayo siapa yang tahu? “ pertanyaan dari Bu Susan

“ Alat transportasi Tradisional dan Modern bu !!!!” jawab serentak anak –anak

“ Wah pintar, hebat… semua dapat bintang semuanya “ bu susan memuji anak – anak sambil tersenyum manis

Nah anak – anak Alat transportasi laut adalah alat transportasi pertama yg di gunakan manusia untuk bepergian dengan jarak yang jauh , terbagi menjadi dua jenis yaitu Alat Transportasi Tradisional dan Alat Transportasi Modern. Perkembangan alat transportasi bermula menggunakan perahu yang di gunakan untuk mencari ikan di sungai, pantai dan laut kemudian berkembang lagi kapal layar yang ukuranya lebih besar dari perahu menggunakan lebih dari dua layar. Dahulu, kapal digunakan oleh masyarakat untuk berlayar mencari tempat tinggal baru, atau melakukan kunjungan dari satu kerajaan ke kerajaan lain.

Apakah teman-teman pernah mendengar nama Kapal Pinisi? Pinisi adalah kapal layar asli dari Indonesia lho…Namun, sekarang sudah ada banyak perahu yang menggunakan mesin dan tidak lagi digerakkan dengan tenaga manusia.

“ Nah sekarang Alat Transportasi moderen siapa yang tahu” tanya Bu susan lagi

“ Alat transportasi yang menggunakan mesin Bu “ jawabku

“ Alat transportasi yang yang tidak menggunakan tenaga manusia Bu “ jawab Amira

“ iya betul sekali, pintar semua “ seru Bu susan sambil melebarkan senyumnya

Yang termasuk Alat Transportasi Modern ada Kapal Feri itu kapal penumpang yang di gunakan untuk membawa penumpang menyeberang dari satu pulau ke pulau lainya dan masih banyak lainya ada Kapal Pesiar, kapal selam, kapal perang.

“ Nah sekarang tugas anak – anak di rumah membuat rancang bangun dari potongan – potongan kertas geometri, seperti segitiga, persegi, lingkaran, trapesium, segi enam dan bangun datar lainya. Anak – anak boleh berkreasi sesuka hati “

“ okeyyy seru kan “ kata Bu Susan

“ Aku mau membuat Kapal selam Bu ? “ teriak Angga

“ Kalau Aku Kapal Perang Bu Susan “ rumi menjawab sambil tertawa

“ Iya Boleh kalau mau membuat semua kapal juga boleh yang kalian suka “ seru Bu Susan.

Setelah google meet selesai aku memikirkan ide dan melihat – lihat ada bahan apa aja di rumah yang bisa aku pakai. Aku lihat ada kertas karton besar, dan macam – macam kertas warna warni serta origami. Kusiapkan cat air dan krayon juga. Sebelum aku menempel potongan kertas berbentuk geometri , aku menggambar terlebih dahulu di karton bentuk kapal yang akan aku buat ehmmmmm…… Aku punya ide? Ku gambar kapal pesiar dan kapal perang dari bentuk geometri trapesium untuk kapalnya , jajaran genjang untuk bagian atas kapal, lingkaran untuk kaca jendela kapal, persegi panjang untuk membuat bendera dan persegi untuk jendela atas kapal.

Kemudian aku membuat kapal nelayan dari bentuk geometri trapesium, segitiga, dan setengah lingkaran untuk kepala nelayan. Kemudian kapal selam ini ku buat dari bentuk geometri oval besar untuk badan kapal lingkaran besar untuk kaca jendela kemudin aku variasi dengan lingkaran kecil, persegi untuk ruang atas kapal persegi panjang untuk bendera Indonesia.

Selain aku membuat kapal aku juga membuat paus dan hiu raksasa yang baik hati dari bentuk geometri oval besar dan segitiga, namanya megalodon yang sedang berenang di Laut Indonesia dengan membawa bendera Indonesia. Kuwarnai dengan suasana biru yang sejuk pesona Laut Indonesia yang terlihat sejuk. Damai dengan senyuman sinar matahari berkacamata di ujung laut dengan memancarkan sinar kuning yang begitu hangat. Kupercikkan cat putih di di bagian langit seolah olah langit tampak kerlap kerlip titik – titik bagaikan indahnya bintang di atas langit yang tampak dari kejauhan.

Ya Itulah pesona Laut Indonesiaku, air asin yang segar nan biru, ombak yang menari berirama, indahmu mempesona hati, suara ombak yang bernyanyi bersama ikan – ikan. Laut tersayang, terimakasih telah membuat kami merasa kecil, rendah hati, terinspirasi dan bersyukur bisa menikmati beberapa ikan yang bersarang di tempatmu.

Kupu – Kupu datanglah di pangkuanku

Kubayangkan warna cantikmu

Temani dalam meditasiku

Tenang, damai bersamamu

Seperti biasa tema ku hari ini Rabu gembira, aku harus menjalani hari rabu ku dengan suasana hatu yang gembira meskipun sedang melaksanakan PTS hari ke tiga. Ku tampak manis mengenakan seragam hijau berompi dan berdasi kupu – kupu. Terbesit di waktu break sebelum azan zuhur.

“Meditasi ta nan ” tanya ibuku

Apa itu Meditasi bu “

” coba lihat di KBBI ” seru ibuku

Ku ambil ipadku dan ku buka aplikasi KBBI ..cekri..cekrik….cekrik Ku ketik meditasi cetik ku klik search . Owwwwww ternyata pemusatan pikiran dan perasaan untuk mencapai sesuatu. Supaya pikiran jadi jernih, merasa lebih tenang dan nyaman. Ah aku coba ah …..di tempat yang hening kumatikan laptop dan ku duduk di meja belajarku sambil ku pakai dasi kupu – kupuku sebagai hiasan rambutku….

Kumulai action, ternyata ibuku memfotoku dan mengirimkan pada Guruku

” Ketemu kupu -kupu ya nan di meditasinya ” sambil senyum – senyum .

Ah boleh juga, aku coba lagi ah …ku tarik nafas panjang dan memejamkan mata. Ku bayangkan bertemu kupu -kupu, yang sangat Indah dan cantik. Berwarna warni supaya hariku menjadi bermacam – macam rasa dalam keceriaan.

Dan ci… luk…baaaaa…

Kubuka mataku, mengakhiri meditasi dengan riang gembira.

Eh … kupu-kupunya mana ya teman-teman?

Semoga hinggap dan menemani harimu. 🤗🤗🤗

Rindu. Kangen. Itu yang sering aku ucapkan pada guruku lewat pesan suara di HP ibuku. Kangen bu guru itu pasti. Selama pandemi, aku belum pernah bertemu dengan ibu guruku di sekolah. Sejak akhir TK A, TK B hingga sekarang aku sudah masuk SD. Rinduku dihadang oleh pandemi. Masa belajar di sekolah secara langsung tidak pernah aku nikmati karena wabah covid nineteen.

Yaachhhh, sekarang beralih menjadi serba teknologi. Aku dipaksa ramah dan mandiri dengan teknologi. Sekolah melaui zoom dan google classroom bertemu hanya sebentar. Melalui google meet belajarku hanya bisa memandang manisnya wajah ibu guru di layar laptopku.

Bu Susan, itu nama wali kelasku saat TK A. Sangat manis, ramah, suka tersenyum dan lincah. Badanya seperti ringan. Gerak ke sana kemari. Aktif mengajar kami. Aku sanagt mengenalnya di waktu awal TK A sebelum pandemi.

Bu Firoh. Yachhhh, itu nama bu guruku yang baru aku kenal selama kelas online di masa pandemi. Halus suaranya, asyik dan sangat ngangeni. Tak pernah lelah membimbingku untuk terus berkarya dan berliterasi sejak kecil. Kenanganku menggunung bersamanya. Banyak berlatih menulis dan membaca cerita. Support, doa, serta semangatnya dalam berbagai lomba selalu mengiringiku untuk mendapatkan hasil yang terbaik buatku.

Tak terlewatkan setiap hari minggu adalah waktuku berbalas pantun denganya, lewat pesan suara dari whattsapp ibuku.

“Kinan Bu Firoh punya pantun ni. Balas ya ….jangan lama – lama balasnya ya …”

Rabu gembira mentari bersinar

Makin menyengat pakailah topi

Kinan ceria semangat belajar

Selalu membara bagaikan api

“Okeyy Bu Firoh, Kinan balas ya!’

Topi saya bundar

Kupakai saat matahari bersinar

Hari ini ada zoom selingkar

Kinan tetap semangat belajar

“Nih ada lagi Nan. Balas ya!” pesan suara dari Guruku

Ada lauk ada nasi

Nikmat di makan saat hangat

Kinan ingin berprestasi

Rajin belajar dan semangat

“Kinan balas empat nih pantunya Bu Firoh.”

/1/

Sholat magrib tiga rakaat

Jangan lupa mukenah di lipat

Bu Firoh selalu bikin semangat

Nasehatmu selalu kinan ingat

/2/

Kuda poni di kepang dua

Bisa terbang dan melayang

Bercanda bahagia bersama

Dengan Bu Firohku sayang

/3/

Jalan – jalan ke kebun binatang

Jangan lupa bawa rantang

Berpantun membuatku riang

Heloooo… Bu Firoh sayang

/4/

Liburan naik delman

Jangan lupa bawa cemilan

Aku punya guru idaman

Namanya Bu firoh dan Bu susan

***

Sesekali aku selipkan pesan suara padanya.“Bu Firoh, Kinan kangen banget.” “Bu Firoh juga kangen sama Kinan. Kita berdoa yuk supaya pandemi cepat berakhir. Semoga bisa masuk sekolah belajar bersama Bu Guru dan teman – teman.”

Ternyata kita sama – sama saling menahan rindu yang sudah lama tak bertemu. Kutulis puisi ini untuk Guruku.

Guruku

Aku rindu ingin bertemu

Pandemi menghalangiku

Untuk berjumpa denganmu

Pilu…..sedih ….hatiku

Hanya bisa menatapmu

Dari layar HP dan Laptopku

Hatiku membiru

Lama tak melihat wajah aslimu

Merasakan pelukanmu di masa TK ku

Guruku….

Dengarkan isi hatiku

Aku hanya bisa mendengar suaramu

Lewat pesan suara di HP Ibuku

Tak cukup mengobati rasa rinduku

Padamu…… Bu Guruku

Bu Susanku….

Bu Firohku…

Semangatmu aku kenang selalu

Perhatianmu kusimpan dalam jantungku

Semoga pandemi segera berlalu

Kuingin berprestasi denganmu

Berkarya bersama jari lentikmu, menjadi kebanggaan sekolahku

Bu Guruku kami rindu belajar dan bertemu

Dari muridmu

GUSTI KINANTI

Allah Maha Kuasa

Sungguh sempurna ciptaan-Nya

Siklus hujan sangat luar biasa

Bumi subur semesta bahagia

Cuaca di pagi hari sangat cerah, dengan matahari yang bersinar begitu terang menjadikan semangatku semakin terasa hangat seperti pancaranya. Hari yang cerah di bulan januari, kumelihat sanwich sudah tertata di meja makan,yahhh itu buatan ibuku yang aromanya sangat tajam membangunkan indera penciumanku. Ibuku membuat olahan daging sendiri untuk isian sanwich dan sayur slada yang segar yang di tanamnya dalam pot depan rumah.

Hari ini benar – benar membuatku sangat semangat dan gembira. Karena sarapan sesuai menu keinginanku, yachhhh aku memesan satu hari sebelumnya pada ibuku.

“ bu … besok kinan ingin sarapan roti sanwich tapi isianya daging sama sayur aja”

“ okey , besok ibu buatkan sanwich. Tapi sekolahnya harus lebih semangat lagi ya?” jawab ibuku.

“okey bu “ ku balas menjawabnya.

Aku punya cerita, sedikit demi sedikit kegiatan sekolahku yang semakin hari semakin seru, merasa tertantang akan tugas – tugas dari Bu guru. Tugas kali ini yaitu mempresentasikan proses terjadinya hujan. Aku berfikir sebentar,ehhmmmm? Aku masih kecil sudah di suruh presentasi kataku dalam hati, memang badanku kecil aku masih anak TK B tapi semangat dan ingin tahuku sangat besar sekali. Ahhh aku pernah membaca dan mempelajari materi si titi dari kelas Selingkar ( Sekolah Literasi Sayang Keluarga ).

Akhirnya ku buka kembali materi itu, seperti biasa aku merangkumnya dengan membuat infografis, aku butuh waktu sedikit lama untuk mengerti materi kalau tidak menggambarnya dulu. Menggambar itu sudah menjadi hatiku karena bisa membuatku menjadi lebih mudah untuk belajar, meskipun gambaranku tidak bagus hahaha.Tapi aku tidak malu dengan gambaranku, jadi teman – teman kalau gambarnya juga tidak bagus sepertiku harus percaya diri ya?.Karena percaya diri itu membuat kita tambah semangat untuk terus belajar menjadi lebih baik.

“ bu…. ini infografisku sudah selesai, ibu koreksi ya? “

Ku berikan pada ibuku dan ibuku mulai mengeceknya

“ nan ada yang kurang, ini materi bu guru dari sekolah belum masuk ke infofragisnya.Coba di tambah lagi materi yang di berikan sama bu guru, okey “

Itu kata ibuku. Aku mulai bingung lagi bagaimana menambah dan menyambung cerita dari 2 materi menjadi satu. Akhirnya aku bertanya lagi pada ibuku.

“ Ini yang mana yang di tambahkan bu ? kalau semua aku kebanyakan untuk menghafalnya “

“ kinan gak harus menulis semua nya, tulis yang penting – penting saja? “

“Tapi ini penting semua bu “

“kinan ambil saja kosakata yang kinan anggap sulit,contohnya kondensasi, nah nanti waktu presentasi kinan boleh menjelaskan memakai bahasa kinan sendiri yang penting kinan sudah mengerti maksud dari kondensasi”.

Kemudian aku sedikit mulai menambahkan sesuai arahan ibuku.Alhamdulillah akhirnya selesai, aku mulai berlatih mencoba mempresentasikan di depan penonton, taukah teman – teman siapa penonton setiaku hahahah. Yuppsss benar sekali penonton itu adalah ibuku, dia selalu menjadi penonton setia bahkan bisa menjadi juri juga lo. Kayak yang di lomba – lomba itu hahahah.

Okey aku sudah siap beraksi ,,, eittssss lupa, bentar aku ambil white board dan kemudian aku gambar dulu untuk alatku presentasi. Nah selesai dan aku mulai beraksi di depan kamera dan ibuku memulai memvideonya.Aku bergaya seperti Ibu guru waktu menjelaskan hihihihihi seru banget. Rolling action

“ Semangat pagi bu guru dan teman – temanku semuanya

Semoga sehat selalu ya dan tetap semangat .Langsung saja ya teman – teman, kinan mau bercerita tentang proses terjadinya hujan teman – teman simak baik – baik ya.Namaku titi teman – teman. Nah Teman teman tau gak titi itu siapa ?hayo kalian bisa jawab gak.Ya benar titi itu adalah titik air, dia berasal dari air laut ketika matahari bersinar terik air laut menjadi hangat teman-teman panas matahari membuatku menjadi ringan, wahhh aku bisa terbang , aku menguap ke atas.Aku menguap ke atas teman – teman. Nah proses menguap ini di sebut evaporasi . titi bisa terbang jauh ke angkasa dia berkumpul dengan teman – teman yang lain, dia mengembung seperti awan proses ini di sebut kondensasi teman – teman. Lalu angin datang meniupku dan teman – temanku…… wussssssssss.Yuhuuuuuu kita terbang ke angkasa.Kita berkumpul di atas bukit. Wah awan kita sudah berubah menjadi gelap. Turun yukkks,di sini sudah ada banyak air yang yang menaik. Akhirnya hujan turun rintik- rintik”

Tik tik tik..

Bunyi hujan diatas genting
Airnya turun tidak terkira

Cobalah tengok dahan dan ranting

Pohon dan kebun basah semua

Nah itu presentasiku, kemudian hasil video di kirim ke bu guru untuk tugas sekolah virtualku. Bu Firoh bilang wahhh….. Good job seperti Bu Dosen cilik nih, ahhh jadi malu aku hehehe. Bagaimana dengan sekolah teman – teman pasti seru juga kan. Tetap semangat ya teman – teman .

Pagi itu,hawa masih terasa dingin banget . Rasanya enggan bergerak. Tiba-tiba si Kipli mengeong berisik. di teras rumah Kinan. Akupun beranjak segera melihatnya

Kipli : “siapa sih itu? Si hitam
kecil, kok tampak lemas.Ah ini mainan baru “

Emprit : “tolonglah aku, aku tersesat
kehilangan ibuku.Badanku lemas sekali “

Kipli : kemarilah, bermain
bersamaku ?

Emprit : ” Aku tidak kuat berjalan lagi “

Ku buka pintu, melihat ada se ekor burung kecil bersama si kipli, kuambil burung itu karena terlihat sangat lemas sekali dan aku lihat paruh nya itu bengkong, aku tanya nama burungnya pada ibuku. dan ibuku berkata ” ohhhh ini namanya burung Emprit ” mungkin terjatuh karena kedinginan.

Aku taruh si emprit di telapak tanganku

Kinan : haiiiii Emprit kamu lucu sekali, kasihan kamu sakit ya sampai terjatuh gak bisa terbang lagi.

ibuku bergegas mencari tempat buat si emprit untuk beristirahat, ku taruh di bawah lampu belajarku supaya dia tetap hangat.

Ibuk : sebentar ibu buatkan makanan nya dulu ya karena masih bayi makanan nya harus halus biar mudah di telan

kinan : Burung kecil ini makananya apa sih buk ? sambil ku lihat ibuk ku lagi sibuk menyiapkan makananya

Ibuk : Biasanya burung yang masih kecil itu di kasih makan sama induknya jadi di suapin sama induknya dari paruhnya bisa serangga bisa biji – bijian gitu.

kinan : Ooooooo aku tauuuuu, terus ini ibuk mau kasih makan apa si emprit ?

Ibuk : Bentar ya…. ibuk rendam sebentar beras nya biar agak sedikit empuk

Aku lihat ibukku mengulek beras tadi sampai halus, sambil menunggu kelas G.meet online sekolahku, aku rawat sebentar si emprit ku kasih minum dan sedikit makanan.

kemudian aku sekolah tiba -tiba si emprit di ambil emes di jemur di luar supaya kena sinar matahari dan badan nya terasa hangat, setelah aku selesai sekolah kutanya emesku

kinan : mes…. mana si emprit ?

emes : Itu di bawah pohon jambu

kinan : Aku mau kasih susu sama makan lagi mes biar cepat sehat

Sini Emprit ayo makan dulu ? ku suapin ya , aku ketawa waktu dia mengibaskan kepalanya jadi makananya blepotan ke wajah – wajahnya, ihhh gemes lho kamu lucu sekali, aku senang sekali, kelihatanya sudah agak sedikit sehat sudah sedikit bisa aktif bergerak, mau terbang ya kamu, nanti kalau sudah sehat aku lepasin kok tenang aja, supaya bisa terbang tinggi sampai ke angkasa bertemu keluarga dan temanmu .

Nah sudah aku taruh ke tempat nya lagi aku gantung dan di kasih ranting supaya bisa gerak – gerak hinggap ke sana – kemari , dan aku lanjut belajar sekolah lagi, kemudian aku mendengar suara glebek – glebek dan ternyata si Emprit sudah terbujur kaku badan nya ternyata dia sudah meninggal, aku sedih sekali, aku menitik kan air mata dan memeluk ibuk ku dan meminta ibuk ku untuk menghidupkanya kembali aku sedih karena aku belum sempat memberinya nama, sebuah nama yang cantik untuk Si Emprit, tapi sekarang si emprit sudah berada di surga bersama burung bidadari yang lainya.Selamat jalan si emprit.

Burung emprit burung cantik

Berwarna putih namanya merpati

Berjumpa denganmu sungguh asik

Kenangan bersamamu akan selalu di hati

Teman – teman aku mau cerita tentang pengalamanku mengikuti olimpiade matematika

Waktu itu ibu ku sibuk, bingung nyariin kerjaan aku, tau gak teman – teman sibuk apa ya kira – kira ?

aku bisik in ya ,,,, yah sibuk cari pengalaman lomba olimpiade

” kinan mau mencoba pengalaman seru gak “

” pengalaman apa itu buk “

” seru pokoknya nanti kalau kinan berhasil bisa dapat medali “

sebenarnya aku takut, takut gak bisa ngerjain soal nya aku terus di rayu – rayu gitu sama ibu ku. Akhirnya aku mau mencoba salah satu olimpiade matematika yaitu TIMO, itu olimpiade pertama yang aku ikuti, sempat aku putus asa karena melihat soal itu sulit – sulit begitu ibu ku mengajari aku belajar setiap hari sedikit – sedikit sampai bisa tapi aku masih merasa susah karena aku masih TK. Aku berlatih terus sampai akhirnya aku gak mau menyerah. menjelang lomba kurang 7 hari, aku melakukan semedi rutin setiap hari aku punya banyak cerita seru setiap semediku aku belajar di keheningan malam, di temani ibu ku sampai ketiduran karena aku terbiasa kalau belum capek gak bisa tidur pulas, aku suka berlatih soal – soal matematika di ipad karena aku bisa coret2 di layar. soal yang paling gampang itu penjumlahan dan menghitung kubus dan yang paling sulit itu aku masih ingat ada soal bilangan ganjil dan genap aku kesulitan menghapal nya, akhirnya ibuk ku mengajariku membuat jembatan bilangan ganjil dan genap jadi setiap ada soal itu aku langsung membuat jembatan ganjil genap. Aku punya cemilan favorit lo waktu semedi yaitu martabak minumnya teh anget, kalau ibu ku biasanya minum kopi katanya biar gak ngantuk waktu nemani kinan karena ibu ku itu ngantuk an.

teman – teman tau gak perasaanku menjelang lomba …..ho oh gugup itu pasti setiap hari lomba online aku selalu di siapkan telur ayam kampung rebus aku cocol pakai garam dan merica waktu anget – anget rasanya mantap biar perutku hangat tapi setelah telurku habis gugup ku kok muncul lagi ya….. ah gak tau aku rasanya kepingin menangis tapi malu .

” buk buk sudah mulai lombanya “

” iya kinan berdoa dulu,tetap semangat ya kata ibu ku “

aku berdoa sebelum lomba supaya dapat hasil yang baik, setiap aku gugup aku menggambar di kertas kosong kemudian gugup sedikit hilang aku mulai mengerjakan soal – soal nya .

Pertama kali ikut lomba aku menangis karena ada soal yang aku tidak bisa menjawab, aku gak berani memanggil ibu ku karena ibu ku sudah berpesan di kerjakan yang aku bisa gak boleh panggil – panggil , tapi aku menangis tak bersuara, soal yang aku tidak bisa tidak aku jawab. Lha aku gak bisa mau jawab apa ya aku kerjakan yang bisa – bisa aja .Kemudian lama ke lamaan aku terbiasa ikut lomba karena aku tidak kapok mecoba lagi, dan sekarang aku sudah mengikuti 5 olimpiade matematika yaitu

TIMO aku mendapatkan bronze medal

BBC aku mendapat silver medal

PHIMO aku mendapat bronze medal

FINAL TIMO aku mendapat silver medal

WMI aku mendapat GOLD medal

Aku senang sekali bisa mendapatkan beberapa medali tapi ibu ku selalu berpesan aku harus selalu bersyukur tidak boleh sombong, terus semangat mencoba hal baru, setiap mendapat medali aku gak pernah minta hadiah ya kadang di kasih hadiah sama ibu ku di ajak ke ATK aku memilih sendiri hadiahnya aku membeli cat air, bulpoint, spidol dan alat menggambar dan mewarna karena aku suka sekali menggambar.

Nah teman – teman harus rajin belajar ya supaya cita – cita teman -teman tercapai dengan giat belajar, semangat dan pantang menyerah serta berani mencoba terus meskipun gagal dan gugup.

Hiiiii friends…. hari ini aku mengikuti webinar. Aku daftar sebagai peserta SD. Tahu nggak teman – teman, hari ini hari spesial lho untuk kita anak Indonesi. Sudah tahu kan ?

Tanggal 23 juli di peringati sebagai hari apa ya ?

Yaaaaaaa………. benar sekali Hari Anak Nasional

Simal yuk rangkaian acaranya

Yang pertama

peserta di mohon berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan Republik Indonesia yaitu Lagu Indonesia Raya

Acara yang ke dua

Mendengarkan lagu yang di bawakan oleh The Seasons Family

Acara ke tiga

Penampilan dari kak Raihan Farabi yaitu pembaca puisi yang keren dan berbagi pengalaman cara membaca puisi, mau tahu bagaimana caranya ?

Nah kita harus giat dan rajin berlatih, kemudiam mendengarkan teknik cara membaca puisi dari para juri lomba, terus berlatih,semangat dan tidak pernah putus asa.

Acara ke empat

Penampilan pantomim yang unik dan lucu tapi memiliki pesan cerita yang baik.

Pantomim itu menceritakan Si tinggi dan Si pendek

Di tengah jalan ada suara kucing mengeong miaowww ….miaowwww…..miaowwwww mau di tabrak si penjual es dung – dung lalu datanglah si Tinggi membeli es dung – dung,tak lama kemudian datanglah si pendek juga membeli es dung – dung. Mereka sama – sama membeli es dung – dung, si pendek tidak bisa melihat macam – macam es, lalu si tinggi ini menertawakanya, dan penjual es pun menasehatinya jangan saling mengejek.

Kemudian waktu mau membayar si Tinggi lupa tidak membawa uang akhirnya si pendek membayarinya. Si tinggi merasa malu dan meminta maaf kemudia saling bersalaman dan bergandengan.

Pesan cerita dari pantomim itu bahwa sitinggi dan si pendek itu saling melengkapi karena itu pemberian Tuhan , akhirnya mereka saling melengkapi dalam setiap aktifitas.

Acara ke lima

Mendengarkan dongeng dari Ibu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yaitu Ibu Franka Franklin Makarim, beliau membacakan buku cerita berjudul Aku suka caramu yang di tulis oleh Audelia Agustine, Ilustrator Haikal, dengan tokoh cerita Wuri dan Rano

Tujuan Wuri dan Rano sama: pergi ke pesta ulang tahun Ali. Wuri menawarkan untuk menuntun Rano sepanjang perjalanan. Namun, Rano yakin dia tahu jalan ke sana. Wuri tidak habis pikir, bagaimana Rano bisa tahu jalannya?
Aku Suka Caramu mengajak kita melihat cara Wuri dan Rano yang berbeda menemukan jalan ke rumah Ali. Kami suka sekali Wuri kecil yang penuh energi, Rano yang tenang dan percaya diri, dan eksplorasi cara pandang yang diceritakan dengan warna-warna yang segar, bahasa yang sederhana, tapi penuh rasa.

Kemudian sesi terakhir ada bincang pakar tentang anak cerdas terliterasi, menjadi pemberani, mandiri dan berkarakter.

SELAMAT HARI ANAK NASIONAL 2021

ANAK – ANAK TERLINDUNGI, INDONESIA MAJU

SALAM LITERASI

Suatu pagi yang cerah berangkatlah ke sekolah seperti biasa aku lebih suka di antar dengan naik sepeda motor, kupakai helem dan rompi hijau tebal, sepedaku berjalan pelan – pelan sambil ku lihat – lihat di sepanjang pinggir jalan dan menghirup bau tak sedap yang masuk ke hidungku ternyata itu bau kambing yah karena ini perayaan hari raya Idul Adha jadi banyak penjual hewan Qurban di pinggir jalan.

Saat anak – anak datang di sekolah, banyak kambing di halaman. Sambil bermain, ada yang melihat-lihat kambing. Ada yang takut. Ada yang ikut-ikutan suaranya embekkkkkkk. Ada yang berani kasih rumput. Ada juga yang hanya melihat dari jauh. Hehe.

Bu Guru mengajak anak-anak cuci tangan lalu masuk kelas. Setelah berdoa dan makan buah, lalu berbaris. Semua anak keluar dari kelas sambil takbiran “Allahuakbar … Allahuakbar…..Allahuakbar ”.wah aku dan teman – teman yang lain mau melihat menyembelih kambing. Aku gandeng temanku yang bernama Amira ” ayo kita lihat kambing ada yang pakai pita merah lho ” sambil berjalan menuju ke taman yang banyak kambing di ikat di sana, wah banyak banget kambing nya ada yang berwarna coklat, hitam dan putih tidak cerah.

Anak – anak ayo siapa yang berani kasih makan kambing tanya Bu. Dian, ” Kinan berani Bu ” jawabku . Aku di sekolah berani kasih makan kambing Lo… Kambing nih aku kasih makan rumput kecil pasti kamu suka ” embeekkkkkkkk ” kambing hanya bisa bilang embeeekkkkkkk.

Tiba – tiba ada satu kambing di lepas talinya di ajak ke suatu tempat dekat kolam renang, aku penasaran ku berlari ke sana ternyata kambingya mau di potong,Ada seekor kambing yang tiba-tiba saja ketakutan. kambing itu mengeluarkan suara yang sangat keras ” embeekkkkkkkk………embeeekkkkkkkk………. embekkkkkkk “.kambingnya marah ketika banyak yang memeganginya. Anak-anak yang ikut menonton juga ikut ketakutan. Mereka takut kambing itu terlepas dan menabrak mereka. Akhirnya kambing itu dapat ditenangkan dan kemudian di potong .

Ku melihat banyak darah yang keluar tapi aku tidak takut aku berani melihatnya dari dekat. setelah itu kambing itu di bersihkan dan di masak menjadi masakan yang sangat lezat banget yaitu sate .teman – teman pasti suka semua kan sama sate itu makanan ke sukaanku biasanya aku makan pakai lontong atau nasi sama kuah kacang di kasih sambal sedikit saja ehhmmm mantap rasanya . Kemudian semua di ajak ke resto sekolah bersama bu guru untuk menikmati makan sate bersama.

Ikan teri di campur kentang

Dimasak di atas wajan

Idul Adha sudah datang

Kesalahan Kinan Mohon di maafkan

Bintang berkilau di angkasa

Setiap jumat ada tugas dari tim media

Kreasi bebas,semangat dan ceria

Membuat karya kreatifitas kita

Wortel, brokoli, tomat

Tema di hari jumat

Mengandung banyak manfaat

Membuat sekolah semangat dan tubuh kita sehat

Jumat kreasi ehmmmm …. pasti penasaran ya apa itu jumat kreasi ? sekolah ku itu unik kawan – kawan ada hari membuat tugas berkreasi bebas, kebetulan aku suka menggambar dan bermain cat warna aku mulai berfikir dan memutar mutar kepalaku apa yang mau aku buat ” buk , punya bahan apa aja di rumah untuk mengerjakan tuga” ibu ku menjawab “kinan mau bikin apa nanti ibu carikan bahanya ” ehmmm apa ya ? Ahaaaaaaa tuing tuing akhirnya aku mendapat ide, kuceritakan ideku pada ibu ku dengan cepat seperti pesulap di bantulah aku menyiapkan bahan – bahanya sambil ibu ku membantu memotong foam aku menyiapkan cat air dan yang lainya.

Kemudian aku mulai menggambar kebun sayuran di atas foam ,buatanku itu selalu tidak bisa selesai dengan cepat karena aku tidak buru – buru supaya hasil buatanku kelihatan bagus dan keren. Seperti biasa aku mengerjakan tugasku, ibuku memasak untuk makan siang tapi sebentar – bentar melihatku, setelah selesai menggambar dan mewarnai kebun aku meminta tolong ibuku untuk membuatkan satu kotak an lagi dan membantu mengelem nya , setelah itu aku tumpahkan cat warna hijau karena agak besar pakai kuas kelamaan jadi aku ratain pakai tanganku , wah lama – lama kok jadi asik ya aku gak sadar ternyata sambil mainan seruuu uuu banget sampai kedua telapak tanganku berlumuran cat terus aku gak sengaja cat nya kena seragamku, ibu ku datang melihatku lagi dan terkejut melihat tangan dan seragamku tapi gak papa kalau tugas sekolah ibu ku gak pernah marah kok.

Setelah aku sudah cukup senang bermain aku cuci tangan dan melanjutkan tugasku membuat macam macam sayuranya nah pasti teman – teman sudah tahu kan apa yang aku buat ,,,,, yupp benar sekali aku membuat maket kebun organik , keren kan…………

Aku ambil buku gambar ku gambar sayuran wortel ” Hai aku wortel aku mengandung air, vitamin A C E dan K ” aku bermanfaat menyehatkan mata, menyehatkan jantung dan menyehatkan kulit .

kemudian aku menggambarlagi tebak ya teman – teman, aku berwarna hijau seperti cabang pohon dengan batang tebal ? aku mengandung nutrisi,protein,air, mineral, zat besi dan vitamin A B C E dan K. manfaatku menyehatkan kulit dan jantung serta menjaga sistem pencernaan dan sistem imun tubuh , ayo siapa yang bisa jawab aku kasih peluk nih …. yachhhh bener sekali brokoli

Banyak sekali teman teman sayuran yang aku gambar ada sawi, bayam,tomat dan terong, serunya belum selesai nih teman – teman waktu aku menggambar terong aku merasakan gigiku ada yang bergoyang – goyang aku dorong – dorong pakai lidahku dan tiba -tiba gigiku copot dan jatuh ke lantai aku mau menangis gak jadi karena ibuk ku tertawa kepingkal -pingkal. Sedikit berdarah sih tapi aku tidak merasakan sakit sama sekali. Itulah pengalaman lucu,unik, yang aku alami selama mengerjakan tugas sekolah ku di rumah, dengan copotnya gigiku tidak membuatku cengeng tetap menyelesaikan tugas sekolahku, nah teman – temanku semua tetap semangat belajar ya .

My Lovely Pet adalah buku antologiku yang ke -2 .Waktu itu aku di ikutkan lagi oleh ibu ku mengikuti Nubar Omera pustaka, padahal waktu itu kegiatanku padat sekali pakai banget hahaha jadi padat banget gitu teman – teman , tapi karena tema nya tentang hewan kesayanganku jadi semangat nih, karena aku punya hewan peliharaanku yang lucu yang aku rawat setiap hari, ku ajak bermain dan sering aku godain karena setiap melihat tingkahnya bisa membuatku tertawa. Terkadang aku ajak ngobrol biar lebih dekat gitu, aku elus -elus, aku rawat dan bersihkan, kegiatan bersama kucing itu sangat menyenangkan.

Di buku ini ceritaku tentang my pusy cat sekarang aku ganti namanya menjadi kapten kipli, dia kucing kecil yang aku temukan di lapangan dekat rumahku wajahnya sangat imut,bulu berwarna kecoklatan, bermata kuning terang dan berhidung mancung. Suka lari kesana kemari, loncat – loncat kadang memanjat pohon mangga nya pak joko. Jadi aku bisa tahu perbedaan kucing persia dan kucing kampung karena aku punya 2 kucing yang 1 kucing persia namanya Ling ling yang satu kucing kampung namanya kapten kipli, satunya bulunya halus bagus hidungnya pesek tapi sedikit malas bergerak. Kalau yang kucing kampung sangat aktif dan gak bisa diam, makan nya banyak tapi sedikit gak suka di elus – elus agak galak sedikit tapi gak papa karena aku suka banget sama kucing.

Komik singkatku ini terdiri dari 3 halaman 12 panel yang berisi cerita kucing kecilyang tersesat

Pagi hari yang cerah ada keluarga kucing yang ceria dan bahagia sekali yaitu ibu dan anak kucing yang saling menyayangi satu sama lain , suatu hari anak kucing itu berpamitan pada ibunya, dia ingin bermain menghirup udara segar dan ibunya berpesan ” cepat kembali ya nak ”

Dan anak kucing itu tidak menghiraukan pesan ibu nya kalau dilarang bermain jauh – jauh, kucing kecil sangat senang bermain, berlari, berguling – gling dengan serangga, terlalu asik bermain dan berlari sampai tidak sadar kalau dia sudah berlari dan bermain terlalu jauh sampai lupa jalan pulang ke ibu nya…” Ibu kamu di mana bu….. ? ” sambil terus berjalandan menangis , tapi tetap saja tidak bisa menemukan jalan pulang. Kucing kecil sangat sedih sekali dan di kagetkan seorang anak kecil menghampirinya ” siapa itu ” anak itu menyapa kucing kecil “Hii… kamu tersesat ya, ayo aku antar pulang ” kamu menangis karena tidak bisa menemukan ibumu ya, ayo aku ikut aku bantu mencarikan ibumukemudian sampailah di rumah ibu nya anak kucing itu berlari sambil berteriak Ibuuuuuuuuuuuuuuu…….”Ibu aku rindu padamu ” jawan ibunya Ohhhhhhhh anakku yang manisss…

The End

Waktu itu Berawal dari melihat materi video sekolah online, hari itu materi tentang Tanaman Padi bu guru berpantun …..

Buah manggis rasanya manis 
Kecil - kecil buah kedondong
Wahai anak - anakku yang manis
Pasti selalu semangat dong 

Awalnya kelihatan lucu tapi lama - lama kok jadi seru aku jadi tertarik, terus pernah mendapat tugas pantun tentang hewan kura - kura  kemudian aku belajar membuat pantun bersama ibuk ku awalnya susah banget karena pantun itu 4 baris dan akhiran nya harus sama ..... ibuk ku gregeten kayaknya ngajarin aku gak bisa - bisa hahahaha lha memang susah kok .... Lama - lama setiap hari aku belajar berpantun dan membuat pantun ...setiap pagi aku membuat pantun semangat pagi ....


Jalan - jalan nonton karapan sapi
Jangan lupa memakai dasi 
Ayo semangat pagi
jangan lupa sarapan pagi 

kebiasaan sering berpantun jadi keterusan nih …

Buah manggis rasanya  manis
Bulat - bulat buah kedondong
Bu susan Manis
Kinan kenalan dong 

jawabnya bu susan kan sudah kenal kin ….. bu guru ku kalau manggil aku itu kin kin …lucu ya kin kin.

Bu susan itu jago berpantun teman – teman terkadang aku balas – balasan pantun sama bu guru,ternyata bu guru ku ada yang jago juga berpantun teman – teman, sekarang sering balas – balasan pantun juga sama aku. Awalnya bu guru kayaknya pura – pura gak bisa teman – teman ternyata wihhhh kueren juga pantunya .


Biodata

Assalamu’alaikum…

Hallo namaku Gusti Kinanti aku akrab di panggil kinan, aku sekolah di SD Ungggulan AL – YA’LU . Menggambar, menulis, bercerita, membaca  adalah hobiku. Bersepeda dan merawat kucing kegiatan rutinku di pagi hari. Aku suka mencoba tantangan yang baru baik literasi dan matematika, tidak takut untuk mencoba dan gagal karena berani mencoba itu hebat. Semangat belajar dan berkarya selalu berkibar.

NUBAR OMERA PUSTAKA

penulis favorit

Omera Pustaka
juara 2 lomba menulis cerpen
Selingkar