Hai, aku kinan aku anak Tk yang beranjak ke Sekolah Dasar hari ini adalah  hari sabtu  tepatnya tanggal 19 juni 2021 ibuku berkata hari ini akan menerima rapot akhir semester TK B dan Libur panjang kemudian setelah itu akan melanjutkan ke Sekolah Dasar, sepintas terpikir di memoriku tentang ibu guru ku selama aku di TK, berarti aku tidak akan bersama –sama lagi dengan bu guru TK ku.

Aku meminta ijin ibu ku “ ibu apakah kinan boleh menulis tentang kenangan manisku dengan Bu Guru “ tentu saja boleh jawab ibuku sambil tersenyum, aku ambil pena yang sama dengan punya bu guruku dan beberapa kertas aku mulai menulis dan bercerita bersama ibuku tentang bu guruku.

Pagi itu aku masih sangat imut sekali dengan wajahku yang mungil tanpa rambut di kepala ku memakai baju muslim berwarna pink aku menangis karena aku takut ke sekolah , ibuku merayu dan membujukku kemudian di belokkan ke sebuah toko kecil dekat rumahku aku mengambil sekotak susu dan permen lolipop aku pegang terus permen itu sebagai temanku supaya aku tidak takut, sesampai di parkiran sekolah aku di sambut oleh beberapa ibu guru yang aku belum mengenalnya dan belum tahu namanya. Aku di ajak masuk ke sekolah aku takut tapi ada permen lolipop yang menemaniku jadi aku sedikit berani, itu hari pertamaku masuk pra TK, di dalam sekolah aku di ajak mengenal ibu guru, teman – teman dan bermain bersama, aku tidak banyak teringat kegiatan waktu pra TK yang aku ingat di beri name tag bergambar kelinci karena hewan peliharaan pertamaku yang aku suka, tertulis namaku Kinan dan fotoku. Ada tali berwarna hijau untuk menggantungkan di leherku sampai saat ini aku masih menyimpan tanda pengenal itu. Ada satu lagi yang aku ingat waktu bermain membuat barisan panjang seperti kereta api yang panjang bersama teman – teman dan ibu guruku, itu aku masih kecil banget entah aku sangat gembira saking senangnya  aku berpura – pura menabrak bu guruku sampai aku terjatuh sambil tertawa bersama teman – teman dan bu guru membangunkanku dan menggelitiku aku ingat nama bu guruku itu yah.. itu bu tari yang super suka tersenyum dan bercanda bersama.

Hari berikutnya entah kenapa setiap aku di antar ke sekolah oleh ibuku sampai di pagar bambu berwarna kuning aku pernah menangis tidak mau masuk ke sekolah kemudian aku di sambut hangat dengan bu guruku yang sangat ramah, sabar dan lembut yahh,,, bu Lia namanya “ kinan anak hebat kenapa menangis ayo sini lihat burung sama bu Lia “ dengan cepat bu Lia menggendongku di bawalah aku melihat burung yang ada di kandang dekat sekolahku kemudian aku di ajak masuk ke kelas untuk belajar dan bermain bersama bu guru dan teman – teman.Banyak sekali ilmu dan kenangan yang aku dapat di usiaku yang masih pra TK.

Tak terasa sudah 1 tahun aku melewati masa pra TK dan beranjak ke usia TK A , di sini di pertemukan dengan bu guru yang sangat lincah – lincah sepertiku mau tahu namanya? Beliau yaitu Bu Susan, Bu Husna dan Bu Amel, selama aku di kelas TK A aku banyak kenangan bersamanya, aku di ajari Berdoa, berhitung, menulis,beryanyi,menari dan berenang.suatu ketika  sedang belajar di dalam kelas aku sering meminta ijin ke toilet, kebetulan dekat dengan kelas ku aku berlari karena sudah tidak tahan ingin buang air kecil.Di sana sudah ada ibu – ibu yang mengawasi dan membantu anak – anak yang ke toilet dan membersihkanya jadi tempatnya selalu terlihat bersih karena ada 4 toilet berjejer. Ah lega sekali setelah itu aku tidak langsung kembali ke kelas melihat taman depan kelihatan sejuk aku pelan –pelan ke arah taman dan melihat burung di dalam kandang “burung kamu sudah makan belum wah aku gak punya makanan tapi “ sambil aku menepuk nepuk kandangnya,eh ternyata aku di cari bu guru kemudian aku di ajak masuk ke kelas.

Aku juga punya pengalaman dengan teman – temanku waktu itu bermain menyusun balok siapa yang cepat dialah pemenangnya, ada juga lomba mengambil belut dari tempat yang satu di ambil di kumpulkan di tempat satunya siapa yang menangkap paling banyak jadi pemenangnya, aku geli mendadak gidik – gidik aku ambil belut sambil merem aku berjalan aku pegang erat – erat si belut sambil badanku gidik – gidik, tapi seru sekali pengalaman itu.

Bu Amel itu panggilan bu guruku,suatu ketika aku terlambat ke sekolah karena aku masih susah di bangunkan pagi, sampai di sekolah teman – teman sudah berbaris mengikuti upacara hari senin di taman bermain yang sangat luas, aku masuk ke kelas menaruh tas di kelas kemudian aku malu mau mengikuti upacara aku mencari semut di depan kelas TK B di temani bu Amel yang badan nya besar tapi penyayang.

Nah sekarang bu guruku yang cantik dan berbadan tinggi yang sering aku godain tapi tidak pernah marah pernah aku sembunyi di bawah meja bu Husna mencariku ke mana – mana tapi tidak menemukanku dan akhirnya aku keluar dari bawah meja sambil tertawa senang yeeeee sambil ku meloncat – loncat seru, setiap jam istirahat terkadang aku sering di ajak bercerita aku minta duduk di pangkuanya sambil bercerita, selain itu juga punya kenangan membuat mahkota ikan bersamanya yang sampai sekarang masih aku simpan dan sering aku pakai.

Tapi aku sedih sekali hanya bisa mengenang masa sekolah TK A ku hanya sebentar bersama bu guru karena tiba – tiba ada virus corona yang menghebohkan dunia, sekolah di liburkan kemudian berganti sekolah di rumah padahal aku masih butuh banyak belajar dari bu guru, sedih itu pasti merasa kaget mendadak kehilangan suasana sekolah, bu guru dan teman – teman.

Waktu itu ,Wah…. aku sudah beranjak menjadi anak TK B yang ceria,

“ Kinan hebat tetap semangat ya bu susan kasih bintang karena hari ini sudah belajar membaca “ aku baca di w.a ibuku dengan cepat aku kirim balasan pesan suara “ Terima kasih bu susan bintang nya cantik warnanya pink kinan suka “  hari itu semua kegiatan belajar di lakukan di rumah aku belum bisa membaca dengan lancar sedangkan teman – temanku sudah banyak yang lancar membaca ibuku pernah berkata begitu supaya aku semangat belajar membaca,Aku senang ada pak ojek datang mengantar buku dari bu susan, setiap hari aku belajar membaca 1 lembar setiap hari sampai buku itu habis,aku senang akhirnya bisa membaca kemudian menulis setiap belajar membaca dan menulis aku laporan ke bu susan supaya dapat bintang  hehehe.Kenangan ku bersama bu susan di kelas tidak begitu banyak pernah sih merasa kagum sama bu guru waktu itu ada kelas berenang tapi aku baru sembuh dari sakit jadi tidak di ijinkan ikut berenang aku mengintip lhoooo ternyata bu susan nyebur ke kolam renang ngajarin teman – teman berenang aku senyum – senyum melihatnya wah bu susan keren bisa berenang sayang sekali aku melewatkan momen itu bersamanya hanya bisa mengintipnya .Tapi selama kegiatan belajar online di rumah aku beruntung sekali mendapatkan pengalaman kenangan yang tidak pernah aku lupakan, bu guruku yang super semangat, selalu tersenyum, sabar, dan manis tentunya jago pantun juga lo aku sering balas – balasan pantun lewat w.a entah kenapa jadi ikut suka berpantun, asyik sekali.

Tak berhenti sampai di situ kenanganku bersama nya setiap aku mengikuti lomba olimpiade matematika beliau selalu memberiku semangat “Semangat ya kin ,kinan pasti bisa bu susan selalu berdoa yang terbaik buat kinan tetap semangat ya “ aku masih ingat ketika aku meminta dukungan semangat bu guru  supaya aku tidak gugup.30 menit sebelum lomba di mulai “ bu aku gugup aku gak bisa berfikir lagi “ sambil ku pegang kepalaku dan hampir menitikkan air mata tapi ibu ku selalu tersenyum …..“ kinan berdoa, tenang jangan berfikir ini suatu perlombaan yang harus menang tapi kinan berusaha yang terbaik yang kinan  bisa “ kata ibuku . “ tapi hatiku berdebar – debar terus ini “  aku tunjukkan bunyi detak jantungku pada ibuku, ibuku merayuku dan bertanya padaku kinan sekarang bayangin wajah bu guru, senyum bu guru, semangat bu guru waktu mengajar kinan di sekolah maupun online atau sebut nama bu guru kalau itu bisa membuat kinan sedikit tenang. Aku sebutlah nama Bu susan sambil menggenggam ke dua tanganku.

Ada lagi kenangan manis waktu kelas meet belakangan ini, aku sering menunggu momen berdua bersamanya setiap kelas selesai teman – teman leave semua aku tetap menunggu tidak mau leave aku senang sekali melihat wajah bu guruku aku suka senyum – senyum melihatnya suka di ajak ngobrol tapi aku sering malu – malu aku berharap corona cepat berlalu supaya bisa cepat bertemu dengan bu guruku . Berkat Doa dan semangat yang di berikan kepadaku tak menyangka aku bisa mendapatkan beberapa medali dari olimpiade itu, aku senang sekali.

Aku berhenti sejenak aku letakkan penaku di atas kertas aku menghampiri ibu ku yang  duduk santai menonton tv “ buk kok bisa dekat sama bu firoh gimana ceritanya kemarin itu “  sambil menyandarkan kepalaku di bahunya, dengan senyuman ibuku menjawab waktu itu tidak sengaja  melihat tulisan kinan ada yang belum sempurna selalu ketinggalan 1 huruf nah dari situ memberi masukan dan mengoreksi tulisan kinan yang kurang penulisanya dari situ memotivasi kinan supaya kinan lebih teliti lagi dalam menulis.

Aku kembali ke tempat duduk ku dan melanjutkan menulis ternyata bu guru ku yang belum pernah aku kenal waktu belajar di sekolah juga bisa sangat dekat dengan ibu ku bertukar pengalaman berbagi informasi demi perkembanganku dalam menulis, semakin lama semakin akrab seperti keluarga dan lebih dekat aku mengenalnya sosok yang lembut tutur katanya, halus suaranya, murah senyum pantang menyerah terus menyemangatiku.

Suatu ketika ada info lomba menulis cerpen anak usia TK, aku di beri semangat untuk mencoba tapi aku tidak yakin akan bisa tapi kesabaranya dan nasehatnya bisa membuatku semangat untuk tertantang melakukan itu Alhamdulillah bisa membuatnya bangga aku mendapat juara 2 Lomba menulis cerpen anak TK. Suatu ketika aku di beri hadiah buku oleh ibu ku yang berjudul Bapak Aku Mencintaimu yang mana buku itu ada sebuah karya jari lentik Guruku,aku senang banget pertama yang aku lihat dan baca adalah bagian belakang biodata aku teriak dan menunjuk kan pada ibu ku “ Ibu lihat ini ada foto bu firoh “ dan akhirnya aku tahu kalau nama bu guru ku Safiroh di fotonya sangat manis ternyata seorang penulis.

Tantangan tidak berhenti begitu saja sampai beliau mampu membujuk ku mencoba tantangan baru yaitu mengikuti NUBAR anak yang di adakan oleh Penerbit omera Pustaka semangat nya tak pernah  redup terus membara dan berkibar akhirnya aku bisa melewati tantangan itu dan terpilih menjadi penulis favorit. Selesai satu datang lagi satu tantangan yang membuatku berat untuk mengikutinya yahhhh itu chalenge monolog dimana di usia ku 6 tahun harus bersaing dengan ibu – ibu, kakak yang sudah banyak pengalamanya, aku menolak aku malu dan merasa yakin tidak bisa, ibuku terus membujuk ku dan menyemangatiku untuk mencoba katanya seru, setelah aku terbujuk aku memilih tulisan karya bu guruku yang berjudul Kalaedoskop Ayah. Di waktu senggang aku berlatih  dan terus berlatih “ buk ini susah banget kinan gak bisa “ akhirnya aku di ajak mendengarkan rekaman suara bu guruku membacakan karyanya. Halus, merdu aku tak bisa menahan air mataku mendengar suara beliau yang sesekali serak tak bisa menahan tangis akan kenangan tulisan karyanya “ buk kenapa kinan jadi menangis kinan gak bisa berhenti menangis “ ceritanya membuatku menjadi ikut sedih. Akupun bisa menyelesaikan tantangan itu meskipun berat tantanganya berkat motivasi bu firoh yang sangat luar biasa keren. Tak pernah lelah juga mengarahkan untuk belajar bertutur kata sopan,  belajar menemukan banyak kosakata baru, terus memancingku untuk bercerita dan menuliskan cerita itu setiap ada waktu luang aku  membuka catatanku  dan  berlatih menulis cerita meskipun ceritaku belum bagus tapi bisa membuat ibu tersenyum ketika membacanya katanya lucu.Akhirnya aku terbiasa menulis cerita sederhana semua buah dari ketelatenan bu guru yang membimbingku.

Ada satu lagi bu guruku yang imut dan cantik yang membimbing belajar hafalan Doa dan Surat – pendek panggilanya Bu Filla, setiap kelas meet dengan riang dan sabar mengajari satu persatu anak –  anak yang hadir di kelas online, aku selalu semangat setiap di tanya  “Ayo anak – anak siapa yang sudah hafal  surat  AL – Adiyat “ aku lansung mengangkat tanganku setinggi – tingginya dengan semangat. Seru banget kalau ketemu  Bu Filla.

Itu pengalaman manisku yang tidak pernah aku lupa akan semua jasa, nasehat, keceriaan dan semangatnya yang  menjadi semangatku.

              DOA BUAT GURUKU
 
Ya Allah ya rabb. Berilah kemuliaan untuk guruku begitu banyak ilmu yang mereka sampaikan.AKu mohon lindungi mereka dalam memberikan dan membuka cahayaMu lewat tangan,perhatian dan ucapan, baik support dan semangat  beliau yang sangat luar biasa memberi perubahan positif kepada kami, bagi kami bu guru adalah super power semangat kami untuk terus belajar, pantang menyerah terus mencoba di waktu gagal dan tetap mengibarkan bendera semangat untuk tetap terus berkarya, nasehat dan ilmu bu guru yang sudah sangat melekat di hati akan kami terapkan sampai dewasa nanti .semoga beliau di beri panjang umur untuk melanjutkan cahayaMu,semoga umur beliau penuh barokah.Amin Ya Rabbal Alamin
 
Bu guruku terimakasih banyak atas semua jasa2 mu yang luar biasa,  tetaplah menjadi suport semangatku, sahabatku, dan sebagai orang tuaku.

21 Responses to “AKU DAN GURUKU”

Leave a Reply

Biodata

Assalamu’alaikum…

Hallo namaku Gusti Kinanti aku akrab di panggil kinan, aku sekolah di SD Ungggulan AL – YA’LU . Menggambar, menulis, bercerita, membaca  adalah hobiku. Bersepeda dan merawat kucing kegiatan rutinku di pagi hari. Aku suka mencoba tantangan yang baru baik literasi dan matematika, tidak takut untuk mencoba dan gagal karena berani mencoba itu hebat. Semangat belajar dan berkarya selalu berkibar.

NUBAR OMERA PUSTAKA

penulis favorit

Omera Pustaka
juara 2 lomba menulis cerpen
Selingkar